Szeto Accurate
Home » Blog » Akuntansi

Mengenal Ikhtisar Laba Rugi dalam Jurnal Penutupan Akuntansi

Dalam proses akuntansi, setiap perusahaan perlu melakukan penutupan buku pada akhir periode untuk mengetahui hasil operasional bisnis. Salah satu bagian penting dalam proses tersebut adalah penggunaan akun ikhtisar laba rugi. Akun ini digunakan untuk membantu menutup akun pendapatan dan beban sebelum dipindahkan ke modal.

Artikel ini akan membahas pengertian ikhtisar laba rugi, fungsi dalam jurnal penutupan, hingga contoh sederhananya agar lebih mudah dipahami.

Apa yang Dimaksud Dengan Ikhtisar Laba Rugi?

Akun ikthtisar labar rugi adalah akun penyimpanan yang digunakan untuk menggabungkan semua akun pendapatan kecuali untuk biaya dividen. Ikhtisar laba rugi tidak dilaporkan pada setiap laporan keuangan karena hanya digunakan pada saat proses penutupan, dan pada akhir proses penutupan saldo akun adalah nol.

Ikhtisar laba rugi secara efektif mengumpulkan NI untuk periode tersebut dan mendistribusikan jumlah yang akan ditahan ke dalam laba ditahan. Saldo dari akun sementara dipindahkan ke akun ikhtisar laba rugi terlebih dahulu untuk meninggalkan jejak audit untuk diikuti oleh akuntan.

Fungsi Ikhtisar Laba Rugi

Dalam praktik akuntansi, ikhtisar laba rugi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

1. Membantu Proses Jurnal Penutupan

Akun ini digunakan untuk menutup akun pendapatan dan beban agar saldo dapat dikembalikan menjadi nol pada awal periode berikutnya.

2. Mengetahui Hasil Operasional Perusahaan

Saldo akhir pada akun ikhtisar laba rugi menunjukkan apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau kerugian selama periode tertentu.

3. Mempermudah Pemindahan Saldo ke Modal

Setelah laba atau rugi diketahui, saldo tersebut akan dipindahkan ke akun modal pemilik sebagai bagian dari proses penutupan buku.

Cara Membuat Jurnal Penutupan

Ada urutan Jurnal Penutupan yang ditetapkan yang mencakup seluruh prosedur penutupan:

  1. Pertama, semua akun pendapatan dipindahkan ke ikhtisar laba rugi. Ini dilakukan melalui Jurnal Penutupan yang mendebet semua akun pendapatan dan mengkredit ringkasan pendapatan.
  2. Kedua, proses yang sama dilakukan untuk pengeluaran. Semua pengeluaran ditutup dengan mengkredit akun pengeluaran dan mendebet ringkasan pendapatan.
  3. Ketiga, akun ikhtisar laba rugi ditutup dan dikreditkan ke laba ditahan.
  4. Keempat, jika dividen dibayarkan, saldo ditransfer dari akun dividen ke laba ditahan.

Perangkat lunak akuntansi modern seperti Accurate Online dapat secara otomatis menghasilkan Jurnal Penutupan.

Contoh Pemahaman Jurnal Penutupan

Akun sementara digunakan untuk mencatat aktivitas akuntansi selama periode tertentu. Semua akun pendapatan dan beban harus diakhiri dengan saldo nol karena dilaporkan dalam periode yang ditentukan dan tidak terbawa ke masa depan. Misalnya, pendapatan Rp100.000 tahun ini tidak dihitung sebagai Rp100.000 pendapatan untuk tahun depan, bahkan jika perusahaan menyimpan dana untuk digunakan dalam 12 bulan ke depan.

Akun permanen, di sisi lain melacak aktivitas yang melampaui periode akuntansi saat ini. Mereka ditempatkan di neraca, bagian dari laporan keuangan yang memberi investor indikasi nilai perusahaan, termasuk aset dan kewajibannya.

Setiap akun yang terdaftar di neraca, kecuali dividen yang dibayarkan, adalah akun permanen. Di neraca, Rp75.000 dari kas yang dimiliki hari ini masih bernilai Rp75.000 tahun depan, bahkan jika tidak dibelanjakan.

Sebagai bagian dari proses Jurnal Penutupanan, laba bersih (NI) dipindahkan ke laba ditahan di neraca. Asumsinya adalah bahwa semua pendapatan dari perusahaan dalam satu tahun ditahan untuk digunakan di masa depan. Setiap dana yang tidak ditahan menimbulkan biaya yang mengurangi NI. Salah satu beban yang ditetapkan pada akhir tahun adalah dividen. Jurnal Penutupanan terakhir mengurangi jumlah yang ditahan dengan jumlah yang dibayarkan kepada investor.

Saldo akun sementara dapat digeser langsung ke akun laba ditahan atau ke akun perantara yang dikenal sebagai akun ikhtisar laba rugi sebelumnya.

Kenapa Jurnal Penutupan Itu Penting?

Jurnal penutupan membantu perusahaan memulai periode baru dengan saldo akun nominal yang bersih. Selain itu, proses ini juga memastikan laporan keuangan lebih rapi dan akurat.

Dalam berbagai pembahasan akuntansi online, banyak praktisi menyebut bahwa penggunaan sistem digital membuat proses jurnal penutupan dan perhitungan laba rugi menjadi jauh lebih cepat dibanding metode manual.

Karena itu, penggunaan software akuntansi kini semakin penting untuk membantu proses pembukuan dan penyusunan laporan keuangan.

Saatnya Menggunakan Software Akuntansi

Proses jurnal penutupan dan pengelolaan laporan keuangan akan jauh lebih mudah jika menggunakan sistem yang otomatis dan terintegrasi. Dengan software akuntansi, Anda dapat membuat laporan laba rugi, melakukan pencatatan transaksi, hingga proses penutupan buku dengan lebih cepat dan akurat.

Jika Anda ingin pengelolaan keuangan bisnis menjadi lebih efisien dan profesional, sekarang saatnya menggunakan software akuntansi. Segera hubungi customer service untuk mendapatkan informasi lengkap dan demo penggunaan sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Ahmad Yani

Ahmad Yani

CEO at Szeto Accurate Consultants | Accounting Service | Digital Business Transformation | Business Integrator | System Integrator

Flyer Workshop Accurate   Sby Feed 01