Szeto Accurate
Home » Blog » Akuntansi

Nama dan Nomor Kode Akuntansi Perusahaan Dagang & Manufaktur

SzetoAccurate.com - Setiap perusahaan pasti memiliki hambatan dalam pencatatan transaksi. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan masalah jangka panjang. Inilah sebabnya mengapa perusahaan atau pemilik bisnis harus membuat nama dan kode nomor kode akun akuntansi atau bagan akun. Setelah membaca artikel ini, Anda akan lebih memahami mengenai nama dan nomor kode akuntansi tersebut.

Apa Itu Nama dan Nomor Kode Akuntansi?

Apa yang Dimaksud Dengan Nomor Kode Akuntansi

Kode akun atau chart of account (CoA) adalah daftar akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi atau mempercepat proses pencatatan transaksi, baik pendapatan maupun pengeluaran.

Nantinya, semua catatan transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum. Setiap perusahaan dapat mengatur bagan akunnya sendiri sesuai keinginan. Dengan Chart of Accounts, perusahaan dapat menetapkan atau mengubah alur dan urutan skema akuntansi (sistem akuntansi perusahaan).

Bagan akun selalu ditandai dengan simbol numerik untuk menunjukkan bahwa ada perbedaan di setiap jenis. Biasanya, fungsi metode Chart of Accounts (CoA) adalah untuk menampilkan laporan keuangan, dari neraca hingga laporan laba rugi. Kemudian dapat dilanjutkan dengan akun lain seperti Ekuitas (Ekuitas), Biaya atau Beban, dan Kewajiban atau Hutang.

Daftar Nama & Nomor Kode Akuntansi Perusahaan

Nama & Nomor Kode Akuntansi Perusahaan

Berikut ini nama dan nomor kode akun akuntansi khususnya untuk perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan, jasa maupun manufaktur.

Nama dan Nomor Kode Akuntansi Perusahaan Jasa

No Kode Akun Perkiraan Akun
110 Harta lancar
111 Kas
112 Piutang usaha
113 Perlengkapan
114 Surat-Surat berharga
115 Iklan dibayar dimuka
116 Sewa dibayar dimuka
120 Harta tetap
121 Tanah
122 Peralatan
123 Akumulasi penyusutan peralatan
124 Gedung
125 Akumulasi penyusutan gedung
130 Investasi jangka panjang
131 Investasi dalam saham
132 Investasi dalam obligasi
140 Harta tidak berwujud
141 Goodwill
142 Hak paten
143 Hak cipta
144 Hak merek
200 Utang
210 Utang jangka pendek/lancer
211 Utang usaha
212 Utang gaji
213 Utang pajak
214 Utang bunga
215 Asuransi diterima dimuka
216 Sewa diterima dimuka
220 Utang jangka panjang
221 Utang obligasi
222 Utang hipotik
300 Modal
311 Modal pemilik
312 Prive pemilik
400 Pendapatan
411 Pendapatan jasa/usaha
412 Pendapatan lain-lain
500 Beban-beban
511 Beban gaji
512 Beban air, listrik, dan telepon
513 Beban pajak
514 Beban bunga

Nama dan Nomor Kode Akuntansi Perusahaan Dagang

No Kode Akun Perkiraan Akun
101 Kas
102 Persediaan Barang Dagang
103 Piutang Usaha
104 Penyisihan Piutang Usaha
105 Wesel Tagih
106 Perlengkapan
107 Iklan Dibayar Dimuka
108 Sewa Dibayar Dimuka
109 Asuransi Dibayar Dimuka
111 Peralatan
112 Akumulasi Penyusutan Peralatan
113 Kendaraan
114 Akumulasi Penyusutan Peralatanan Kendaraan
115 Gedung
116 Akumulasi Penyusutan Gedung
201 Utang Usaha/Dagang
202 Utang Wesel
203 Utang Gaji
204 Utang Pajak Penghasilan
205 Utang Hipotek
206 Utang Obligasi
300 Modal/Ekuitas
301 Prive
400 Penjualan
401 Retur Penjualan
402 Potongan Penjualan
500 Pembelian
501 Beban Angkut Pembelian
502 Potongan Pembelian
600 Beban Gaji Toko
601 Beban Gaji Kantor
602 Beban Sewa Gedung
603 Beban Asuransi
604 Beban Penyesuaian Piutang
605 Beban Perlengkapan Kantor
606 Beban Perlengkapan Toko
607 Beban Iklan
608 Beban Penyusutan Peralatan
609 Beban Penyusutan Gedung
610 Beban Bunga
611 Beban Listrik Dan Telepon
612 Beban Administrasi Dan Umum
613 Beban Lain-Lain

Nama dan Nomor Kode Akuntansi Perusahaan Manufaktur

No Kode Akun Perkiraan Akun No Kode Akun Perkiraan Akun
1. Assets 3.1.2. Prive
1.1. Current Assets 4. Sales
1.1.1. Cash 4.1.1. Sales
1.1.2. Account Receivable 4.1.2. Sales Returns and Allowances
1.1.3. Allowances for Doubtful 4.1.3. Sales Discounts
1.1.4. Notes Receivable 5. Purchase
1.1.5. Revenue Receivable 5.1.1 Purchase
1.1.6. Raw Material Inventory 5.1.2 Freight In
1.1.7. Work In Process Inventory 5.1.3 Purchase Returns and Allowances
1.1.8. Finished Goods Inventory 5.1.4. Purchase Discounts
1.1.9. Helper Inventory 6. Expenses
1.1.10. Supplies 6.1. Sales Expenses
1.1.11. Prepaid Expenses 6.1.1 Advertising Expense
1.2. Fixed Assets 6.1.2. Sales Salaries Expense
1.2.1. Equipment 6.1.3. Store Supplies Expense
1.2.2. Acc. Depre. Equipment 6.1.4. Depre. Store Equipment Expense
1.2.3. Vehicle 6.1.5. Freight out
1.2.4. Acc. Depre. Vehicle 6.1.6. dll
1.2.5. Machine 6.2. Adm. & General Expenses
1.2.6. Acc. Depre. Machine 6.2.1. Office Salaries Expense
1.2.7. Building 6.2.2. Office Supplies Expense
1.2.8. Acc. Depre. Building 6.2.3. Depre. Office Equipment Expense
1.2.9. Land 6.2.4. Rent Expense
2. Liabilities 6.2.5. Insurance Expense
2.1. Current Liabilities 6.2.6. Depre. Building Expense
2.1.1. Account Payable 6.2.7. Depre. Vehicle Expense
2.1.2. Notes Payable 6.2.8. dll
2.1.3 Expenses Payable 7. Other
2.1.4 Unearned Revenues 7.1 Other Revenue
2.2. Long Term Liabikities 7.1.1. Semua pend. diluar usaha
2.2.1 Bank Loan 7.2. Other Expenses
3. Owner’s Equity 7.2.1 Semua biaya diluar usaha
3.1.1 Capital 7.3.1 Income Tax

Manfaat Chart of Accounts (CoA)

Atasi Permasalahan Pembukuan Akuntansi dengan Accurate Online

  • Catatan atau data yang ada lebih mudah untuk dikontrol, dibandingkan dan dianalisis, yang dapat digunakan oleh pengguna yang tertarik dalam membuat keputusan.
  • Memudahkan untuk memperbaiki data atau catatan yang berubah karena kesalahan pengguna atau transaksi tambahan.
  • Untuk memudahkan pengolahan hasil record atau data yang telah diterima, dan pengolahannya akan lebih terkontrol.
  • Sederhanakan pelaporan.
  • Membuat laporan lebih mudah dibaca sehingga pihak terkait dapat mengambil keputusan dengan mudah dan benar.
  • Metode Chart of Accounts biasanya lebih mudah dilakukan dengan software akuntansi karena lebih praktis, lebih cepat, dan lebih akurat.

Accurate Online adalah salah satu perangkat lunak akuntansi dan inventaris paling tepercaya yang tersedia.

Persyaratan Membuat Nomor Kode Akun Akuntansi

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat kode akun akuntansi adalah sebagai berikut

  1. Nomor harus unik (artinya setiap nomor hanya digunakan untuk satu akun billing).
  2. Akun penyelesaian ditetapkan ke grup atau subgrup. Misalnya, kas, piutang, dan peralatan termasuk dalam aset lancar.
  3. Skor masing-masing harus terdaftar secara berurutan. Misalnya: piutang dengan piutang lain-lain.
  4. Penomoran berusaha tidak terlalu ketat, alasannya akan mempermudah jika beberapa akun baru ditambahkan. Misalnya: kelompok kargo memiliki nomor 600. 605 mengangkut kargo. 610 unduhan lainnya. Jika ada tambahan, Anda dapat memasukkan antara 605 -610.
  5. Nama akun harus singkat dan jelas.

Memahami kode akun adalah langkah awal, namun menerapkannya dengan benar adalah kunci kerapian pembukuan. Hindari kesalahan mapping akun yang bisa berakibat fatal pada laporan keuangan. Jadwalkan sesi pelatihan Accurate Anda bersama tim ahli Szeto Accurate Consultants sekarang juga!

Ahmad Yani

Ahmad Yani

CEO at Szeto Accurate Consultants | Accounting Service | Digital Business Transformation | Business Integrator | System Integrator

Workshop