Pembukuan Single Entry Itu Apa? Berikut Adalah Contohnya!

Dalam dunia akuntansi, proses pencatatan transaksi menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi keuangan bisnis. Salah satu metode pencatatan yang sering digunakan oleh usaha kecil adalah single entry. Sistem ini dikenal lebih sederhana dibanding metode double entry karena hanya mencatat transaksi ke dalam satu sisi saja. Meski terlihat praktis, metode single entry tetap memiliki fungsi penting dalam pengelolaan keuangan usaha.
Artikel ini akan membahas pengertian single entry, cara kerja, kelebihan, kekurangan, hingga contoh penerapannya dalam bisnis.
Apa itu Single Entry
Single entry adalah metode pembukuan sederhana yang mencatat transaksi keuangan hanya satu kali dalam satu akun. Sistem ini biasanya digunakan untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran kas tanpa melibatkan pencatatan debit dan kredit secara lengkap seperti pada metode double entry. (accurate.id)
Karena prosesnya lebih mudah, metode ini banyak digunakan oleh UMKM atau bisnis yang masih memiliki transaksi sederhana.
Cara Kerja Pembukuan Single Entry
Dalam sistem ini, setiap transaksi hanya dicatat pada satu kolom atau satu akun tertentu. Misalnya:
- Uang masuk dicatat sebagai pemasukan
- Uang keluar dicatat sebagai pengeluaran
Pencatatan biasanya dilakukan dalam bentuk buku kas harian sehingga lebih mudah dipahami oleh pemilik usaha kecil.
Metode ini fokus pada arus kas tanpa membuat pencatatan detail mengenai aset, kewajiban, maupun modal.
Contoh Penggunaan Single Entry
Sistem penerimaan kas akan dianggap sebagai kas masuk, sebaliknya pembayaran kas akan di anggap kas keluar. Biasanya, sistem single entry dimanfaatkan oleh bisnis kecil yang mana neracanya tidak begitu diperlukan untuk kontrol keuangan maupun kebutuhan pajak.
| No Urut | Tanggal | No Buku | Uraian | Penerimaan | Pengeluaran |
| 1 | 23/01/2022 | 4 | Diterima SKP Daerah | 1.350.000 | |
| 2 | 24/01/2022 | 16 | Dibayar Kuitansi | 1.050.000 | |
| Jumlah | 1.350.000 | 1.050.000 | |||
| Sisa 25/01/2022 | 300.000 | ||||
| SKP = Surat Ketetapan Pajak | |||||
Berbanding terbalik dengan single entry, double entry atau pencatatan ganda merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang harus dilakukan dua kali, yaitu pada sisi debit dan kredit. Metode ini dibutuhkan untuk seluruh model bisnis yang harus menghasilkan laba, rugi, dan neraca.
Sistem seperti ini biasanya digunakan untuk melaporkan hasil usaha, seperti laporan laba- rugi. Terutama ketika perusahaan ingin melakukan pelacakan atas penerimaan kas serta pembayaran tunai. Sedangkan untuk catatan yang berkaitan dengan kewajiban dan aset, umumnya akan dipisahkan pada bagian lain.
Sistem single entry ini bisa ditemukan dalam buku kas, dimana catatan tersebut berisi
pengembangan dari daftar pemerikasaan. Di sana Anda juga akan menemukan kolom yang akan digunakan untuk mencatat penggunaan dan sumber uang tunai. Sedangkan pada kolom bagian atas dan bawahnya akan digunakan untuk menampilkan saldo awal dan akhir.
Pada sistem single entry, Anda akan menemukan proses pencatatan yang hanya akan dilakukan satu kali pada setiap akunnya. Di dalamnya pun hanya terdapat daftar transaksi yang mempengaruhi akun kas secara langsung. Sehingga akan menjadi lebih membingungkan, apakah kas itu tergolong kas masuk ataukan kas keluar.
Kelebihan Pembukuan Single Entry
Poin utama dari keunggulan penggunaan sistem pembukuan single entry adalah sistem ini lebih sederhana untuk digunakan, sehingga para penggunanya akan lebih mudah dan praktis dalam melakukan pembukuan. Sistem ini hanya memiliki dua kolom utama, yaitu penghasilan dan pengeluaran.
Namun, format yang sederhana seperti ini justru membuat sistem pelaporan menjadi kurang lengkap. Sehingga akan lebih sulit untuk mengontrol dan juga melacak setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu, setiap kesalahan yang terjadi akan lebih sulit untuk dilacak mengenai letak dan asal-muasal kesalahan tersebut.
Kekurangan Pembukuan Single Entry
Selain itu, Sistem pembukan ini memiliki kekurangan antara lain:
- Aktiva
Seperti yang sebelumnya telah dijelaskan, bahwa sistem pembukuan ini dilakukan secara terpisah pada bagian aset yang membuatnya beresiko hilang ataupun dicuri. Oleh karenanya, pelacakan akan menjadi lebih sulit ketika itu terjadi. - Kewajiban
Sama seperti aktiva, karena kewajiban ditempatkan pada kolom yang terpisah, maka pada akhirnya akan menuntut perusahaan untuk membuat sistem yang baru agar bisa tepat waktu ketika membayar setiap kewajiban. - Kesalahan
Dengan menggunakan sistem ini, maka peluang terjadinya kesalahan justru akan lebih besar, terutama disebabkan karena jumlah total debit ditempatkan pada bagian yang terpisah, sehingga berpeluang besar menjadi tidak sesuai. - Laporan untuk Audit Keuangan
Sistem ini pun bisa menghambat para akuntan dalam mengaudit, karena biasanya para auditor selalu menggunakan sistem entri ganda atau double entry. Sehingga jika perusahaan menggunakan sistem pembukuan ini, maka otomatis akan mempersulit proses audit karena auditor harus mengubahnya pada sistem entri ganda terlebih dahulu. - Pelaporan
Hal lainnya yang berpotensi menyebabkan masalah adalah dalam hal laporan, karena metode ini menampilkan informasi yang jauh lebih sedikit, terutama dalam hal posisi keuangan perusahaan. Sehingga, bagian direksi akan lebih sulit dalam mendapatkan gambaran terkait keuangan perusahaan.
Saatnya Menggunakan Software Akuntansi
Seiring berkembangnya bisnis, proses pembukuan tentu akan menjadi lebih kompleks. Karena itu, penggunaan software akuntansi dapat membantu pencatatan transaksi menjadi lebih cepat, otomatis, dan akurat dibanding metode manual.
Dengan software akuntansi, Anda dapat membuat laporan keuangan, memantau arus kas, hingga mengelola transaksi bisnis secara real-time. Jika Anda ingin pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih efisien dan profesional, sekarang saatnya menggunakan software akuntansi. Segera hubungi customer service untuk mendapatkan informasi lengkap dan demo penggunaan sesuai kebutuhan bisnis Anda.
Ahmad Yani
CEO at Szeto Accurate Consultants | Accounting Service | Digital Business Transformation | Business Integrator | System Integrator