fbpx

Capital Structure : Fungsi, Teori & Faktor yang Mempengaruhi

Bagikan artikel ini:

Pengertian Capital Structure

Capital structure atau struktur modal, merujuk pada komposisi dan sumber dana yang digunakan oleh suatu perusahaan untuk mendanai operasionalnya dan investasi. Struktur modal mencakup semua bentuk modal yang digunakan perusahaan, termasuk hutang, ekuitas, dan instrumen keuangan lainnya. Ini mencerminkan cara perusahaan membagi atau memperoleh dana untuk menjalankan kegiatan operasional dan pengembangan.

Komponen Capital Structure

1. Hutang (Debt)

Hutang mencakup pinjaman dan obligasi yang harus dikembalikan dengan bunga. Hutang adalah sumber dana yang berasal dari pihak luar dan menjadi tanggung jawab perusahaan untuk dikembalikan pada waktu tertentu.

2. Ekuitas (Equity)

Ekuitas melibatkan kepemilikan saham dalam perusahaan. Pemegang saham adalah pemilik perusahaan dan memiliki klaim terhadap aset dan pendapatan perusahaan. Ekuitas dapat diperoleh melalui penjualan saham atau laba yang ditahan.

3. Keuangan Tambahan (Additional Financing)

Selain hutang dan ekuitas, struktur modal juga dapat mencakup bentuk keuangan tambahan seperti saham preferen, waran, atau instrumen keuangan lainnya.

Fungsi Capital Structure

Terdapat beberapa fungsi struktur modal bagi perusahaan, antara lain yaitu:

Baca juga:   Training Accurate di Tangerang

1. Optimasi biaya modal

Dengan memiliki kombinasi yang tepat antara utang dan ekuitas, perusahaan dapat mengoptimalkan biaya modalnya. Utang biasanya memiliki biaya lebih rendah daripada ekuitas, tetapi terlalu banyak utang juga dapat meningkatkan risiko keuangan. Oleh karena itu, perusahaan perlu menemukan keseimbangan yang tepat untuk meminimalkan biaya modalnya.

2. Manajemen risiko

Struktur modal membantu perusahaan dalam manajemen risiko keuangan. Utang dapat meningkatkan risiko keuangan karena pembayaran bunga dan pokok harus dilakukan tanpa memperhatikan kinerja perusahaan. Namun, memiliki kombinasi utang dan ekuitas dapat membantu meredam risiko dengan membagi beban keuangan antara pemegang saham dan pemberi pinjaman.

3. Nilai perusahaan

Struktur modal yang tepat dapat membantu meningkatkan nilai perusahaan. Perusahaan perlu mencari keseimbangan yang optimal antara utang dan ekuitas yang dapat memberikan keuntungan pajak dari bunga utang dan juga mempertahankan kontrol pemegang saham. Dengan demikian, nilai perusahaan dapat ditingkatkan.

Teori Capital Structure

Terdapat beberapa teori yang digunakan sebagai dasar atau landasan untuk melaksanakan struktur modal dalam perusahaan. Berikut adalah beberapa teori yang umum digunakan:

1. Teori Keagenan (Agency Theory)

Teori keagenan membahas konflik kepentingan antara pemegang saham (principal) dan manajemen perusahaan (agen). Dalam konteks struktur modal, teori ini berfokus pada bagaimana manajemen memiliki insentif untuk mengambil risiko yang tinggi jika menggunakan utang karena mereka tidak memiliki tanggung jawab penuh atas dana yang dipinjam. Oleh karena itu, pemilihan struktur modal harus mempertimbangkan untuk mengurangi konflik keagenan dan memastikan bahwa keputusan manajemen sejalan dengan kepentingan pemegang saham.

Baca juga:   Apa itu Accounting Rate of Return dan Cara Menghitungnya

2. Teori Biaya Transaksi (Transaction Cost Theory)

Teori ini menekankan biaya-biaya transaksi yang terkait dengan penggunaan sumber dana tertentu. Misalnya, pembiayaan eksternal melalui penerbitan saham atau obligasi dapat melibatkan biaya-biaya seperti biaya underwriting, biaya pendaftaran, dan lainnya. Teori biaya transaksi menyarankan bahwa perusahaan akan memilih struktur modal yang meminimalkan biaya-biaya ini.

3. Teori Sinyal (Signaling Theory)

Teori ini mengatakan bahwa struktur modal dapat berfungsi sebagai sinyal atau indikator kepada para pemegang saham dan pasar keuangan. Misalnya, penggunaan utang dalam struktur modal dapat dianggap sebagai sinyal positif karena perusahaan bersedia untuk membayar bunga dan yakin dapat menghasilkan arus kas yang cukup. Sebaliknya, struktur modal yang didominasi oleh ekuitas dapat dianggap sebagai sinyal negatif. Perusahaan menggunakan struktur modal sebagai sinyal untuk memberikan informasi tentang kinerja dan prospek masa depan.

4. Teori Pilihan (Pecking Order Theory)

Teori ini menggambarkan bahwa perusahaan cenderung memiliki urutan pilihan dalam pemilihan sumber dana. Menurut teori ini, perusahaan lebih suka menggunakan internal financing (misalnya, laba ditahan) sebelum beralih ke utang, dan baru kemudian ke ekuitas jika perlu. Konsep ini mencerminkan preferensi perusahaan terhadap pembiayaan yang lebih murah atau kurang mahal.

5. Teori Nilai Perusahaan (Modigliani-Miller Propositions)

Proposisi Modigliani-Miller menyatakan bahwa, dalam kondisi tertentu, struktur modal tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Terdapat dua proposisi utama, yakni tanpa pajak dan dengan pajak. Tanpa pajak, proposisi tersebut menyatakan bahwa nilai perusahaan tidak bergantung pada struktur modal karena biaya utang sama dengan keuntungan pajak yang diperoleh. Dengan pajak, nilai perusahaan dapat meningkat karena adanya keuntungan pajak dari bunga utang.

Baca juga:   Cek Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Faktor yang Mempengaruhi Capital Structure

Struktur modal suatu perusahaan dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang kompleks. Berikut adalah beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan perusahaan terkait struktur modal:

1. Risiko Bisnis (Business Risk)

Tingkat risiko bisnis suatu perusahaan dapat mempengaruhi pilihan struktur modalnya. Perusahaan dengan bisnis yang stabil dan dapat diprediksi mungkin lebih nyaman menggunakan lebih banyak utang karena memiliki kemampuan untuk membayar bunga dan pokok pinjaman secara teratur. Di sisi lain, perusahaan dengan tingkat risiko bisnis yang tinggi mungkin cenderung memilih struktur modal yang lebih konservatif untuk menghindari risiko keuangan tambahan yang dapat timbul dari utang.

2. Rentabilitas Investasi (Return on Investment)

Tingkat pengembalian yang diharapkan dari investasi perusahaan juga dapat memainkan peran penting dalam pemilihan struktur modal. Jika perusahaan percaya bahwa investasinya akan memberikan pengembalian yang tinggi, mungkin lebih bersedia menggunakan utang untuk mendanai proyek tersebut. Namun, perusahaan juga perlu mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian terkait investasi tersebut.

3. Keuangan dan Likuiditas (Financial and Liquidity Needs)

Kondisi keuangan dan kebutuhan likuiditas perusahaan memainkan peran penting dalam menentukan struktur modal. Perusahaan yang membutuhkan likuiditas yang tinggi atau yang memiliki keterbatasan akses terhadap pasar utang mungkin lebih memilih untuk menggunakan sumber dana internal atau ekuitas. Sebaliknya, perusahaan dengan akses yang baik ke pasar utang mungkin lebih cenderung menggunakan utang untuk mendanai proyek-proyeknya.

4. Pajak (Tax Considerations)

Pertimbangan pajak juga mempengaruhi pemilihan struktur modal. Bunga yang dibayarkan atas utang biasanya dapat dikurangkan dari pendapatan kena pajak, yang dapat mengurangi beban pajak perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan mungkin lebih suka menggunakan utang sebagai sumber dana karena memberikan keuntungan pajak. Namun, perlu diingat bahwa pemotongan pajak ini dapat diimbangi oleh biaya bunga yang harus dibayar.

Untuk memudahkan pengelolaan structure modal perusahaan, Anda dapat menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online. Jadi tunggu apalagi, gunakan Accurate Online untuk bisnis Anda sekarang juga dan rasakan berbagai manfaatnya! Jika ada pertanyaan, Anda dapat menghubungi customer service kami dengan klik chat whatsapp di bagian kanan atas laman ini. Anda juga dapat menjadwalkan demo dengan mengisi form ini.

Author :

Artikel Terkait

Saatnya mengalihkan perhatian ke arah pertumbuhan bisnis Anda

Izinkan kami mempercepat dan mengotomatisasi proses akuntansi serta keuangan bisnis, memastikan Anda terus berkembang dengan keyakinan penuh.