Double Entry System adalah? Dan Bedanya Dengan Single Entry!

Double Entry System adalah? Dan Bedanya Dengan Single Entry!

Double Entry System adalah? Dan Bedanya Dengan Single Entry!

Double Entry System adalah Dan Bedanya Dengan Single Entry!

Apa itu Double Entry?

Double Entry adalah konsep dasar yang mendasari pembukuan dan akuntansi saat ini, menyatakan bahwa setiap transaksi keuangan memiliki efek yang sama dan berlawanan dalam setidaknya dua akun yang berbeda. Ini digunakan untuk memenuhi persamaan akuntansi:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Dengan sistem Double Entry, kredit diimbangi dengan debit dalam buku besar atau T-account.

Dasar-dasar Double Entry

Dalam sistem Double Entry, transaksi dicatat dalam bentuk debit dan kredit. Karena debit di satu akun mengimbangi kredit di akun lain, jumlah semua debit harus sama dengan jumlah semua kredit. Sistem pembukuan double-entry menstandardisasi proses akuntansi dan meningkatkan keakuratan laporan keuangan yang disiapkan, memungkinkan pendeteksian kesalahan yang lebih baik.

Jenis Akun

Pembukuan dan akuntansi adalah cara mengukur, mencatat, dan mengkomunikasikan informasi keuangan perusahaan. Transaksi bisnis adalah peristiwa ekonomi yang dicatat untuk tujuan akuntansi/pembukuan. Secara umum, ini adalah interaksi bisnis antara entitas ekonomi, seperti pelanggan dan bisnis atau vendor dan bisnis.

Baca juga:   Apa Itu Ekuitas? Pengertian Ekuitas, Jenis dan Contohnya!

Di bawah proses akuntansi yang sistematis, interaksi ini umumnya diklasifikasikan ke dalam akun. Ada tujuh jenis akun yang berbeda yang semua transaksi bisnis dapat diklasifikasikan:

  • Aktiva
  • Kewajiban
  • Ekuitas
  • Pendapatan
  • Pengeluaran
  • Keuntungan
  • Kerugian
  • Pembukuan dan akuntansi melacak perubahan di setiap akun saat perusahaan melanjutkan operasinya.

Debit dan Kredit

Debit dan kredit sangat penting untuk sistem Double Entry. Dalam akuntansi, debit mengacu pada entri di sisi kiri buku besar akun, dan kredit mengacu pada entri di sisi kanan buku besar akun. Agar seimbang, jumlah debit dan kredit untuk suatu transaksi harus sama. Debit tidak selalu sama dengan bertambah dan kredit tidak selalu sama dengan berkurang.

Debit dapat menambah satu akun sambil mengurangi yang lain. Misalnya, debit meningkatkan akun aset tetapi menurunkan akun kewajiban dan ekuitas, yang mendukung persamaan akuntansi umum Aset = Kewajiban + Ekuitas. Pada laporan laba rugi, debit menambah saldo akun beban dan rugi, sedangkan kredit mengurangi saldo. Debit mengurangi pendapatan dan menambah saldo akun, sementara kredit meningkatkan saldonya.

Sistem Akuntansi Double-Entry

Pembukuan Double Entry dikembangkan pada periode perdagangan Eropa untuk membantu merasionalkan transaksi komersial dan membuat perdagangan lebih efisien. Ini juga membantu pedagang dan bankir memahami biaya dan keuntungan mereka. Beberapa pemikir berpendapat bahwa akuntansi Double Entry adalah teknologi kalkulatif kunci yang bertanggung jawab atas kelahiran kapitalisme.

Baca juga:   10 Prinsip Akuntansi yang Berterima dan Berlaku Umum

Persamaan akuntansi membentuk dasar dari akuntansi Double Entry dan merupakan representasi singkat dari konsep yang berkembang menjadi tampilan neraca yang kompleks, diperluas dan multi-item. Neraca didasarkan pada sistem akuntansi Double Entry di mana total aset perusahaan sama dengan total kewajiban dan ekuitas pemegang saham.

Pada dasarnya, representasi menyamakan semua penggunaan modal (aset) untuk semua sumber modal (di mana modal utang mengarah ke kewajiban dan modal ekuitas mengarah ke ekuitas pemegang saham). Untuk perusahaan yang menyimpan akun yang akurat, setiap transaksi bisnis akan diwakili setidaknya dari dua akunnya.

Misalnya, jika bisnis mengambil pinjaman dari entitas keuangan seperti bank, uang pinjaman akan meningkatkan aset perusahaan dan kewajiban pinjaman juga akan meningkat dengan jumlah yang setara. Jika suatu bisnis membeli bahan mentah dengan membayar tunai, maka akan menyebabkan peningkatan persediaan (aset) sekaligus mengurangi modal tunai (aset lain).

Karena ada dua atau lebih akun yang terkena dampak dari setiap transaksi yang dilakukan oleh suatu perusahaan, maka sistem akuntansinya disebut sebagai double entry accounting. Praktik ini memastikan bahwa persamaan akuntansi selalu tetap seimbang yaitu, nilai sisi kiri persamaan akan selalu sesuai dengan nilai sisi kanan.

Baca juga:   Jenis Metode Pembayaran di Indonesia, Mana yang Populer?

Perbedaan Pencatatan Entri Tunggal dan Entri Ganda

Single entry dan double entry adalah dua cara utama pencatatan berbagai transaksi keuangan dalam dunia akuntansi. Perbedaan di antara mereka adalah sebagai berikut:

Single entry adalah sistem single entry yang menggunakan metode pencatatan transaksi keuangan yang terjadi hanya satu kali. Ini hanya berisi daftar transaksi yang mempengaruhi arus kas. Artinya, sistem pengumpulan uang tunai akan dianggap sebagai uang tunai, jika tidak, pembayaran tunai akan dianggap sebagai uang tunai. Biasanya, sistem masuk tunggal digunakan oleh usaha kecil di mana neraca tidak benar-benar diperlukan untuk kontrol keuangan atau kebutuhan pajak.

Berbeda dengan single entry, double entry merupakan metode pencatatan transaksi keuangan yang perlu dilakukan dua kali yaitu debet dan kredit. Metode ini diperlukan untuk semua model bisnis yang harus menghasilkan laba, rugi, dan neraca.

Bagikan ke:

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram

Double Entry System adalah? Dan Bedanya Dengan Single Entry!