10 Prinsip Akuntansi yang Berterima dan Berlaku Umum

10 Prinsip Akuntansi yang Berterima dan Berlaku Umum

10 Prinsip Akuntansi yang Berterima dan Berlaku Umum

Prinsip Akuntansi

Apa itu Prinsip Akuntansi? Prinsip akuntansi adalah aturan dan pedoman yang harus diikuti perusahaan ketika melaporkan data keuangan. Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) mengeluarkan seperangkat prinsip akuntansi standar di AS yang disebut sebagai prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP).

Memahami Apa Itu Prinsip Akuntansi?

Tujuan akhir dari serangkaian prinsip akuntansi adalah untuk memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan lengkap, konsisten, dan dapat dibandingkan. Hal ini memudahkan investor untuk menganalisis dan mengekstrak informasi yang berguna dari laporan keuangan perusahaan, termasuk data tren selama periode waktu tertentu. Ini juga memfasilitasi perbandingan informasi keuangan di berbagai perusahaan. Prinsip akuntansi juga membantu mengurangi penipuan akuntansi dengan meningkatkan transparansi dan memungkinkan identifikasi tanda bahaya.

Pembukuan Lebih Lancar Dengan Accurate Accounting Software

Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (GAAP)

Perusahaan publik di Amerika Serikat diharuskan untuk secara teratur mengajukan prinsip akuntansi yang berlaku umum, atau laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP agar tetap terdaftar secara publik di bursa saham. Pejabat kepala perusahaan publik dan auditor independen mereka harus menyatakan bahwa laporan keuangan dan catatan terkait disiapkan sesuai dengan GAAP.

Prinsip Akuntansi Apa Saja?

Beberapa accounting principles yang paling mendasar adalah sebagai berikut:

  1. Prinsip akrual
  2. Prinsip konservatisme
  3. Prinsip konsistensi
  4. Prinsip biaya
  5. Prinsip entitas ekonomi
  6. Prinsip pengungkapan penuh
  7. Prinsip kelangsungan hidup
  8. Prinsip pencocokan
  9. Prinsip materialitas
  10. Prinsip unit moneter
  11. Prinsip keandalan
  12. Prinsip pengakuan pendapatan
  13. Prinsip periode waktu

GAAP membantu mengatur dunia akuntansi dengan menstandardisasi dan mengatur definisi, asumsi, dan metode yang digunakan oleh akuntan di seluruh negeri. Ada sejumlah prinsip, tetapi beberapa yang paling menonjol termasuk prinsip pengakuan pendapatan, prinsip pencocokan, prinsip materialitas, dan prinsip konsistensi.

Tujuan akhir dari prinsip akuntansi standar adalah untuk memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk melihat keuangan perusahaan dengan pasti bahwa informasi yang diungkapkan dalam laporan tersebut lengkap, konsisten, dan dapat dibandingkan.

Sudah Punya Accurate Software? Training Accurate Untuk Implementasi Lebih Efektif

Kelengkapan dijamin oleh prinsip materialitas, karena semua transaksi material harus dicatat dalam laporan keuangan. Konsistensi mengacu pada penggunaan prinsip akuntansi perusahaan dari waktu ke waktu. Ketika prinsip akuntansi memungkinkan pilihan antara beberapa metode, perusahaan harus menerapkan metode akuntansi yang sama dari waktu ke waktu atau mengungkapkan perubahannya dalam metode akuntansi dalam catatan kaki laporan keuangan.

Komparabilitas adalah kemampuan pengguna laporan keuangan untuk meninjau keuangan beberapa perusahaan secara berdampingan dengan jaminan bahwa prinsip-prinsip akuntansi telah diikuti dengan seperangkat standar yang sama. Informasi akuntansi tidak mutlak atau konkret, dan standar seperti GAAP dikembangkan untuk meminimalkan efek negatif dari data yang tidak konsisten.

Tanpa GAAP, membandingkan laporan keuangan perusahaan akan sangat sulit, bahkan dalam industri yang sama, membuat perbandingan apple-to-apple menjadi sulit. Inkonsistensi dan kesalahan juga akan lebih sulit dikenali.

Perusahaan swasta dan organisasi nirlaba juga mungkin diminta oleh pemberi pinjaman atau investor untuk mengajukan laporan keuangan yang sesuai dengan GAAP. Misalnya, laporan keuangan GAAP tahunan yang diaudit adalah perjanjian pinjaman umum yang disyaratkan oleh sebagian besar lembaga perbankan. Oleh karena itu, sebagian besar perusahaan dan organisasi di Amerika Serikat mematuhi GAAP, meskipun itu belum tentu merupakan persyaratan.

Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS)

Accounting Principles berbeda dari satu negara ke negara lain. Dewan Standar Akuntansi Internasional (IASB) mengeluarkan Standar Pelaporan Keuangan Internasional. Standar ini digunakan di lebih dari 120 negara, termasuk di Uni Eropa (UE).

Securities and Exchange Commission (SEC), lembaga pemerintah AS yang bertanggung jawab untuk melindungi investor dan menjaga ketertiban di pasar sekuritas, telah menyatakan bahwa AS tidak akan beralih ke IFRS di masa mendatang. Namun, FASB dan IASB terus bekerja sama untuk mengeluarkan peraturan serupa tentang topik tertentu saat masalah akuntansi muncul. Misalnya, pada tahun 2014 FASB dan IASB bersama-sama mengumumkan standar pengakuan pendapatan baru.

Karena prinsip akuntansi berbeda di seluruh dunia, investor harus berhati-hati saat membandingkan laporan keuangan perusahaan dari berbagai negara. Masalah accounting principles yang berbeda kurang menjadi perhatian di pasar yang lebih matang. Namun, kehati-hatian harus digunakan karena masih ada kelonggaran untuk distorsi angka di bawah banyak set accounting principles.

Siapa yang Menetapkan Prinsip dan Standar Akuntansi?

Berbagai badan bertanggung jawab untuk menetapkan standar akuntansi. Di Amerika Serikat, GAAP diatur oleh Financial Accounting Standards Board (FASB). Di Eropa dan di tempat lain, IFRS ditetapkan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Mengapa IFRS Berbeda dari GAAP?

IFRS adalah pendekatan berbasis standar yang digunakan secara internasional, sedangkan GAAP adalah sistem berbasis aturan yang digunakan terutama di AS. IFRS dipandang sebagai platform yang lebih dinamis yang secara teratur direvisi sebagai respons terhadap lingkungan keuangan yang selalu berubah, sementara GAAP lebih statis.

Beberapa perbedaan metodologis ada antara kedua sistem. Misalnya, GAAP memungkinkan perusahaan untuk menggunakan First in, First out (FIFO) atau Last in, First out (LIFO) sebagai metode biaya persediaan. LIFO, bagaimanapun, dilarang di bawah IFRS.

Kapan Prinsip Akuntansi Pertama Ditetapkan?

Prinsip akuntansi terstandarisasi sudah ada sejak munculnya pembukuan entri ganda pada abad ke-15 dan ke-16 yang memperkenalkan buku besar T dengan entri yang cocok untuk aset dan kewajiban. Beberapa ahli berpendapat bahwa munculnya praktik akuntansi entri ganda selama waktu itu memberikan batu loncatan bagi kebangkitan perdagangan dan kapitalisme. American Institute of Certified Public Accountants dan New York Stock Exchange berusaha untuk meluncurkan standar akuntansi pertama yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat pada tahun 1930-an.

Apa Saja Kritik Terhadap Prinsip Akuntansi?

Kritik terhadap sistem akuntansi berbasis prinsip mengatakan mereka dapat memberi perusahaan terlalu banyak kebebasan dan tidak menentukan transparansi. Mereka percaya karena perusahaan tidak harus mengikuti aturan khusus yang telah ditetapkan, pelaporan mereka dapat memberikan gambaran yang tidak akurat tentang kesehatan keuangan mereka.

Dalam kasus metode berbasis aturan seperti GAAP, aturan yang rumit dapat menyebabkan komplikasi yang tidak perlu dalam penyusunan laporan keuangan. Para kritikus ini mengklaim memiliki aturan ketat berarti bahwa perusahaan harus menghabiskan sumber daya mereka dalam jumlah yang tidak adil untuk mematuhi standar industri.

Sumber Referensi: Accounting Principles Definition (investopedia.com)



Baca juga: Training Accurate Resmi #1 di Indonesia

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram

10 Prinsip Akuntansi yang Berterima dan Berlaku Umum