Retained Earning adalah: Laba Ditahan Dalam Laporan Keuangan

Retained Earning adalah Laba Ditahan Dalam Laporan Keuangan

Retained Earning adalah Laba Ditahan Dalam Laporan Keuangan

Apa itu retained earning? Retained earning adalah laba ditahan yang mungkin dimiliki perusahaan karena alasan tertentu. Faktanya adalah laba perusahaan tidak dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen, karena perusahaan memiliki tujuan yang sama pentingnya.

Akan tetapi, laba ditahan harus diperlakukan sebagai kewajiban, karena suatu hari nanti dapat dikembalikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Demikian penjelasan singkat mengenai laba ditahan.

Cara Menghitung Retained Earning

Ada beberapa cara menghitung retained earning yang perlu Anda ketahui. Biasanya rumus retained earning ini dilakukan untuk mencari hasil data mentah milik perusahaan.

Berikut adalah formula laba ditahan sebagai berikut:

Related Post
  1. Mengumpulkan data dari laporan keuangan
    Cara menghitung laba ditahan yang pertama adalah dengan menggunakan metode pengumpulan data berdasarkan laporan keuangan perusahaan. Anda dapat memeriksa laba ditahan dalam laporan ini. Setelah itu untuk perhitungannya bisa menggunakan rumus laba bersih dikurangi dividen, maka hasilnya adalah laba ditahan.
  2. Perhitungan laba kotor
    Jika Anda tidak dapat menemukan laporan laba rugi bersih, Anda dapat menghitung laba kotor. Laba kotor dibentuk dari total pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (HPP).
  3. Perhitungan laba operasi
    Untuk mengetahui laba ditahan, Anda bisa menggunakan laba operasi ini. Pendapatan operasional berasal dari operasi perusahaan. Metode perhitungannya adalah laba kotor dikurangi total biaya operasional perusahaan.
  4. Laba bersih sebelum pajak
    Anda perlu mengetahui laba bersih Anda sebelum pajak melalui penyusutan, amortisasi, dan bunga. Sederhananya, Anda bisa mengurangi nilai aset yang fungsinya memburuk.
  5. Laba bersih setelah pajak
    Pada tahap perhitungan ini, Anda bisa melihat besaran nominal pajak yang harus dibayar perusahaan. Caranya sederhana dan terdiri dari pengurangan laba bersih sebelum pajak dan nominal pajak yang harus dibayar perusahaan.
  6. Perhitungan penurunan imbal hasil dengan dividen yang dibayarkan
    Setelah laba bersih diterima, termasuk pajak, Anda dapat menghitung pengurangan dari dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham.
  7. Lakukan Perhitungan Saldo Akhir
    Hitung jumlah saldo akhir dengan menambahkan retained earning untuk periode tersebut. Laba ditahan merupakan akumulasi dari jumlah laba ditahan sejak berdirinya perusahaan. Jika sudah dihitung, maka ini adalah laba ditahan perusahaan.

Retained earning merupakan laba yang ditahan oleh perusahaan, tetapi tidak sembarangan. Keputusan untuk menahan laba dibuat atas dasar pertimbangan yang matang dan demi keuntungan bersama.

Keputusan tentang perhitungan laba ditahan tetap ada pada perusahaan. Hal ini dimungkinkan jika laba ditahan negatif akibat perusahaan mengalami kerugian.

Jika hal ini terjadi, perusahaan akan fokus pada penyelesaian masalah keuangan dan menunda pembayaran dividen.

Kesimpulan

Retained earning dalam laporan keuangan artinya laba yang tidak ditahan secara sewenang-wenang oleh perusahaan. Penahanannya dilakukan untuk kepentingan bersama, sehingga keputusannya dipertimbangkan dengan hati-hati.

Recent Posts