Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang Wajib Akuntan Tahu!

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang Wajib Akuntan Tahu!

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang Wajib Akuntan Tahu!

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia

Apa itu standar akuntansi keuangan Indonesia? Standar Akuntansi Keuangan (SAK) merupakan format dan tata cara penyusunan laporan keuangan yang merupakan aturan baku untuk menyajikan informasi keuangan untuk suatu bisnis atau operasi perusahaan.

SAK tersebut memuat Peraturan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntan Indonesia (DSAK IAI) dan Dewan Standar Syariah Ikatan Akuntan Indonesia (DSAS IAI) ), serta ketentuan mengenai pengaturan pasar modal bagi organisasi yang berada di bawah kendalinya.

Pembukuan Lebih Lancar Dengan Accurate Accounting Software

Standar akuntansi di Indonesia mengacu pada teori lingkup global yaitu International Financial Reporting Standards (IFRS). SAK berdasarkan IFRS telah berlaku sejak tahun 2014.

DSAK IAI menyatakan bahwa meminimalkan perbedaan antara kedua standar tersebut merupakan komitmen Indonesia sebagai satu-satunya anggota G20 di kawasan Asia Tenggara.

Konvergensi antara SAK dan IFRS diharapkan dapat secara signifikan mengurangi perbedaan antara kedua standar akuntansi secara lokal dan global. Dengan demikian, perusahaan yang akuntabel publik mendapatkan keuntungan dari transaksi pasar modal karena informasi dalam laporan keuangan mereka berkualitas internasional.

4 Jenis Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia

Indonesia sedang mengembangkan 4 jenis standar akuntansi, yang disusun sesuai dengan perkembangan bisnis dalam negeri. Keempat standar akuntansi tersebut digunakan sesuai dengan badan usaha dan organisasi yang dikelola baik oleh perusahaan swasta maupun instansi pemerintah.

Sudah Punya Accurate Software? Training Accurate Untuk Implementasi Lebih Efektif

1. PSAK-IFRS

PSAK-IFRS (Regulasi Standar Pelaporan Keuangan – Standar Pelaporan Keuangan Internasional) adalah SAK yang telah mengadopsi IFRS dan berlaku di Indonesia.

Dalam arti tertentu, PSAK adalah nama lain dari SAK yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan yang dibentuk oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tahun 2012. Standar ini memberikan tolak ukur dalam penyusunan, pencatatan, penyajian dan pengolahan laporan keuangan sehingga informasi keuangan yang dihasilkan relevan bagi pengguna laporan.

PSAK digunakan oleh perusahaan publik (badan hukum), baik yang sudah terdaftar di pasar modal maupun yang masih dalam proses pendaftaran di pasar modal. Alasan IFRS digunakan sebagai pedoman untuk SAK adalah karena Indonesia merupakan anggota International Federation of Accountants (IFAC) yang menggunakan IFRS sebagai standar akuntansinya. Ada beberapa prinsip dasar yang digunakan oleh IFRS, antara lain:

Perhatian khusus diberikan pada interpretasi dan penerapan standar akuntansi keuangan untuk memastikan bahwa negara-negara anggota IFAC berkomitmen untuk menerapkan SAK yang telah ditetapkan.

Adanya valuasi transaksi dan valuasi agar laporan keuangan dapat mencerminkan realitas ekonomi. Penerapan standar akuntansi ini memerlukan pertimbangan profesional.

Manfaat menerapkan IFRS:

  • Dapat meningkatkan komparabilitas laporan keuangan.
  • Memberikan informasi yang berkualitas tentang pasar modal internasional.
  • Menghapus hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam persyaratan pelaporan keuangan.
  • Mengurangi biaya pelaporan keuangan untuk perusahaan multinasional dan biaya analisis keuangan untuk analis.
  • Dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan sesuai dengan best practice.

2. SAK-ETAP

SAK-ETAP adalah standar akuntansi keuangan untuk organisasi tanpa akuntabilitas publik. Standar ini digunakan oleh organisasi yang tidak memiliki catatan publik yang signifikan, oleh karena itu organisasi (perusahaan) yang bersangkutan menerbitkan laporan keuangan bertujuan umum untuk penggunaan eksternal.

ETAP merupakan hasil penyederhanaan standar akuntansi IFRS yang mencakup tidak adanya penilaian aset tetap, aset tidak berwujud dan laporan laba rugi konsolidasi.

Standar akuntansi IFRS yang disederhanakan juga tidak memberikan kemungkinan untuk menggunakan nilai revaluasi (wajar) dan pengakuan aset dan kewajiban pajak tangguhan, karena beban pajak diakui dalam jumlah pajak sesuai dengan peraturan perpajakan.

Manfaat SAK_ETAP:

  • Membantu perusahaan kecil dan menengah menyiapkan laporan keuangan mereka sendiri.
  • Standar akuntansi ini dianggap lebih sederhana karena konsep biaya historis digunakan di sebagian besar siklus akuntansi. Bentuk perjanjian juga lebih sederhana dalam hal akuntansi dan praktis tidak berubah selama beberapa tahun.
  • Laporan akuntansi yang sudah selesai dapat dicek dan opini audit diperoleh agar laporan keuangan tersebut dapat digunakan untuk menarik dana investasi agar usahanya dapat berkembang.
  • SAK-ETAP lebih mudah diterapkan daripada PSAK_IFRS karena lebih sederhana dan tetap dapat memberikan informasi yang andal dalam pelaporan keuangan.
  • SAK-ETAP mengadopsi IFR untuk Usaha Kecil dan Menengah, yang telah dimodifikasi agar sesuai dengan kondisi Indonesia dan dibuat lebih ringkas. Namun perlu diingat, SAK-ETAP tetap membutuhkan pertimbangan profesional ya, meski tidak setinggi PSAK-IFRS.

3. PSAK Syariah

Dari namanya saja sudah jelas bahwa standar akuntansi keuangan ini merupakan standar yang berdasarkan prinsip-prinsip hukum agama Islam (siariat).

PSAK Syariah digunakan oleh organisasi yang melakukan transaksi Syariah, baik lembaga Syariah maupun non-Syariah.

Standar akuntansi ini dikembangkan sesuai dengan model SAK umum tetapi berdasarkan hukum Syariah dengan mengacu pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

PSAK Syariah mengatur, mulai dari kerangka konseptual untuk penyusunan dan pengungkapan laporan, penyajian laporan keuangan secara Syariah, dan standar khusus untuk operasi syariah seperti muharabaha, musaraka, mudharabah, salaam dan istishna.

4. SAP

SAP (Standar Akuntansi Pemerintahan) diterbitkan sebagai peraturan pemerintah (PP) yang berlaku bagi entitas pemerintah dalam penyusunan laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) dan laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD).

Laporan keuangan utama yang sesuai dengan standar akuntansi pemerintah adalah laporan pelaksanaan anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan.

Fungsi Standar Pelaporan Keuangan

SAP diciptakan untuk memberikan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik untuk menerapkan tata kelola yang baik dan bersih.

  1. Untuk konsistensi dalam pelaporan keuangan.
  2. Penyederhanaan penyusunan laporan keuangan.
  3. Untuk memudahkan auditor dan pembaca laporan keuangan untuk memahami dan membandingkan laporan keuangan dari organisasi yang berbeda.

Inilah ragam SAK yang digunakan di Indonesia. Selain melakukan proses akuntansi sesuai dengan standar yang berlaku, akuntan juga harus memahami perbedaan antara standar yang berlaku tersebut. Dengan menggunakan standar akuntansi, Anda dapat meningkatkan kualitas informasi yang terdapat dalam laporan keuangan suatu perusahaan.

Sumber Referensi:

Standar Akuntansi Keuangan dan Jenisnya yang Berlaku di Indonesia (online-pajak.com)



Baca juga: Training Accurate Resmi #1 di Indonesia

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram

Standar Akuntansi Keuangan Indonesia yang Wajib Akuntan Tahu!