fbpx

Value Chain : Pengertian, Kategori & Cara Menganalisis

value chain

Bagikan artikel ini:

Apa itu Value Chain

Value chain atau rantai nilai adalah serangkaian kegiatan bisnis yang mana pada setiap tahapan atau langkahnya mampu meningkatkan nilai atau pemanfaatan pada barang atau jasa yang diproduksi. Ahli teori ekonomi dan akademisi Michael Porter menciptakan istilah “value chain” dalam bukunya tahun 1985 “Competitive Advantage.” Di dalam buku tersebut terdapat kumpulan kegiatan bisnis yang bertujuan demi membuat dan membangun suatu nilai agar mampu menghasilkan margin nilai tambah untuk perusahaan. 

Sejak saat itu, komunitas bisnis telah menggunakan konsep tersebut secara luas. Setiap industri atau perusahaan dapat menggunakan analisis rantai nilai karena merupakan model umum dan mudah beradaptasi. Bahkan dalam satu perusahaan, berbagai departemen dapat menyesuaikan model sesuai kebutuhan untuk memenuhi tujuan mereka. 

Kategori Value Chain

kategori value chain

Dalam sebuah perusahaan, value chain merupakan rangkaian proses yang akan membentuk suatu kerangka yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi berbagai area dalam fungsi bisnis untuk dilakukan perbaikan. Rantai nilai yang digagas oleh Porter memiliki elemen-elemen yang jelas dan spesifik yang kemudian dibagi menjadi dua kategori utama yaitu kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Berikut ini penjelasan mengenai kedua kategori tersebut:

1. Kegiatan Utama (Primary Activities)

Kegiatan utama dalam value chain adalah seluruh kegiatan bisnis yang mampu menciptakan nilai untuk para pelanggan dengan menyajikan sesuatu yang mampu menunjukkan keistimewaan dari perusahaan di pasar. Kegiatan utama ini dinilai sebagai kegiatan yang penting dalam menjalankan bisnis. Dalam kategori utama rantai nilai, Porter mengidentifikasinya menjadi empat sub kategori antara lain sebagai berikut:

  • Logistik masuk (inbound logistics) adalah suatu kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan logistik internal seperti menyimpan, menerima, dan mendistribusikan suku cadang maupun bahan. Pemasok biasanya merupakan faktor kunci dalam proses ini.
  • Operasi (operation) adalah suatu kegiatan yang merubah bahan baku atau bahan mentah menjadi produk akhir yang siap untuk digunakan oleh pelanggan. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh internal perusahaan.
  • Logistik keluar (outbound logistic) adalah suatu kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan memasok produk ataupun jasa kepada pelanggan. Terkadang, ini melibatkan koneksi pengiriman eksternal sedangkan untuk logistik keluar perusahaan lain adalah prosedur internal.
  • Pemasaran dan penjualan (marketing and sales) adalah suatu kegiatan persuasi kepada pelanggan sehingga mereka tertarik untuk melakukan pembelian produk atau layanan yang ditawarkan. Biasanya kegiatan ini meliputi melakukan promosi, memberikan diskon, dan lain sebagainya. Sebagian besar perusahaan memiliki tim internal sendiri untuk melakukan pemasaran dan penjualan.
  • Layanan (service) adalah suatu tindakan pasca pembelian atau dukungan yang diambil oleh perusahaan untuk memaksimalkan kebahagiaan pelanggan dan untuk menjaga loyalitas sehingga mereka terus menggunakan produk dan layanan.
Baca juga:   Mengenal Manfaat Nota Penjualan Beserta Contohnya

2. Kegiatan Pendukung (Support Activities)

Kegiatan pendukung dalam value chain adalah suatu kegiatan perusahaan yang bertujuan untuk memberikan aktivitas guna mencapai kegiatan utama perusahaan. Dalam hal ini, kegiatan pendukung adalah penunjang dari kegiatan utama yang mana tanpa adanya kegiatan ini maka akan membuat kegiatan utama menjadi kurang maksimal atau tidak bisa berjalan sama sekali. Dalam kategori pendukung rantai nilai, Porter mengidentifikasinya menjadi empat sub kategori antara lain sebagai berikut:

  • Infrastruktur perusahaan (firm infrastructure) adalah suatu kegiatan yang mendukung penciptaan suatu produk atau layanan, namun tidak harus berkontribusi atau terlibat secara langsung. Contohnya yaitu manajemen umum, akuntansi, hukum, keamanan, dan juga keselamatan sistem informasi.
  • Manajemen sumber daya manusia atau biasa disingkat SDM (human resources management) adalah suatu kegiatan yang mencakup segala sesuatu yang berhubungan dengan karyawan atau pekerja lain. Contohnya yaitu pelatihan dan pengembangan tingkat keahlian para pekerja.
  • Pengembangan teknologi (technology development) adalah suatu kegiatan yang mencakup semua proses dan prosedur teknologi yang digunakan perusahaan. Contohnya yaitu pengembangan software, perancangan alat, sistem telekomunikasi, kapabilitas basis data baru, sampai membangun dukungan sistem yang terkomputerisasi.
  • Pengadaan (procurement) adalah suatu kegiatan yang mencakup setiap langkah yang diambil oleh perusahaan untuk membeli bahan mentah atau bahan baku yang diperlukan untuk membuat suatu produk. 

Tujuan Value Chain

Tujuan utama suatu perusahaan menerapkan value chain yaitu untuk meningkatkan keuntungan dan sebisa mungkin mengurangi biaya produksi perusahaan. Selain itu, value chain juga bisa meningkatkan nilai ataupun pemanfaatan produk maupun jasa yang akan diproduksi. Berikut ini penjelasan beberapa tujuan rantai nilai yang lainnya:

1. Penelitian dan Pengembangan

Tujuan penerapan rantai nilai yaitu memudahkan perusahaan dalam melakukan penelitian dan pengembangan produk barang atau jasa yang telah dipasarkan. Misalnya, perusahaan melihat apakah produk yang sudah dipasarkan mampu bersaing dengan produk kompetitor atau tidak. Bila tidak bisa dan karena harganya jauh lebih mahal dari kompetitor, maka perusahaan bisa menerapkan strategi diferensiasi dengan keunggulan agar harga tinggi yang sudah di bandrol tidak diklaim mahal.

2. Desain Produk atau Jasa

Suatu bisnis yang menerapkan value chain akan lebih terbantu dalam segi proses mendesain produk atau jasa agar bisa lebih mudah dijual di pasar. Hal itu karena dengan menggunakan sistem ini maka perusahaan akan mengetahui bahwa produknya tidak hanya memberikan barang atau jasa yang berkualitas saja namun juga terlihat menarik. 

3. Produksi

Produksi merupakan suatu kegiatan yang sudah pasti sangat berkaitan dengan rantai nilai. Perusahaan bisa menggunakan strategi value chain yang mampu meningkatkan produksi baik dari sisi jumlah dan juga efisiensi biaya operasional produksi. Seluruh strategi di dalam value chain bisa diterapkan untuk tim produksi dalam bidang apapun.

Baca juga:   Apa Itu QRIS BCA Mobile: Cara Pembayaran Pakai QRIS BCA

4. Pemasaran dan Penjualan

Pemasaran dan penjualan merupakan dua hal penting di dalam bisnis karena berkaitan dengan pendapatan penjualan produk barang atau jasa. Untuk itu, rantai nilai adalah konsep yang bisa diandalkan dalam proses pemasaran dan juga penjualan. Dengan menerapkan strategi ini, maka perusahaan bisa meningkatkan peluang saing di pasar. Contoh sederhananya yaitu dengan strategi diferensiasi sehingga setiap pelanggan mendapatkan promosi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Strategi Value Chain

Meskipun value chain sendiri adalah sebuah strategi, namun perusahaan yang ingin menerapkan value chain harus melakukan strategi lainnya terlebih dahulu. Strategi ini sebagai rangkaian kegiatan yang lebih terkoordinir dan juga lebih terintegrasi guna mendapatkan keunggulan bersaing. Strategi yang terdapat di dalam value chain antara lain sebagai berikut:

1. Strategi Keunggulan Bersaing

Strategi keunggulan bersaing adalah kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan ekonomis terhadap laba yang bisa diperoleh oleh kompetitor di pasar dalam satu industri yang sama. Keberhasilan suatu perusahaan ini bisa diukur dengan daya saing strategis dan profitabilitas yang tinggi. Kedua hal tersebut adalah hasil dari kemampuan perusahaan dalam menggunakan dan mengembangkan kompetensinya untuk bersaing dengan para kompetitornya. Perusahaan yang mempunyai keunggulan kompetitif ini berarti mampu memahami perubahan struktur di pasar dan dapat memilih strategi pemasaran yang lebih efektif.

2. Strategi Keunggulan Biaya 

Harga jual, biaya, dan biaya lainnya akan menjadi pertimbangan setiap perusahaan yang ingin menjual suatu barang ataupun jasa. Dari segi konsumen, keunggulan biaya ini bisa dilihat dari sisi harga jual yang lebih murah untuk suatu barang yang nilainya sama. Strategi ini akan menjadi hal yang penting untuk menerapkan strategi selanjutnya, yaitu diferensiasi. Hal itu karena kompetitor harus bisa mempertahankan posisi biaya dengan para kompetitor lainnya agar bisa tetap unggul. Setiap perusahaan kebanyakan ingin lebih fokus pada biaya manufaktur dan mengabaikan dampak biaya pada kegiatan lainnya, seperti pemasaran, infrastruktur, dan layanan. Cara untuk menyiasatinya yaitu perusahaan harus mampu menawarkan produk dan fungsi yang bisa diterima konsumen namun dengan harga yang tetap mampu bersaing di level pasar.

3. Strategi Diferensiasi  

Di zaman sekarang, perusahaan yang mengeluarkan produk yang sama dengan yang lain tentu tidak akan terlihat menarik. Oleh karena itu strategi diferensiasi diperlukan agar walaupun tidak unggul dalam satu kriteria, suatu produk akan tetap dianggap menarik karena berbeda. Contohnya Samsung A80 yang tampil beda dengan kamera yang bisa berotasi menghadap ke depan dan kebelakang. Sehingga bisa dijadikan sebagai kamera depan sekaligus kamera belakang. Tips untuk perusahaan yang ingin melakukan strategi ini harus berdasarkan pada atribut produk, pengiriman produk, rancangan pemasaran, dan aspek lain yang bisa membedakan. Menggunakan tampilan yang berbeda juga harus dijaga agar konsumen tidak mudah melupakan produk yang ditawarkan.

Baca juga:   Apa Itu Likuidasi? Tahapan dan Penyebab Likuidasi Perusahaan

Cara Menganalisis Value Chain

Cara untuk menggunakan analisis rantai nilai ini ke perusahaan Anda dan menemukan area untuk pertumbuhan dan peningkatan, yaitu sebagai berikut:

1. Identifikasi prosedur setiap kegiatan utama

Mulailah dengan mengidentifikasi prosedur yang diperlukan untuk setiap kegiatan utama. Misalnya, pembuat furnitur akan mencantumkan proses mereka untuk mendapatkan bahan mereka di dalam logistik masuk dan proses pengiriman mereka di dalam logistik keluar. Lakukan proses ini untuk masing-masing dari lima kategori kegiatan utama yaitu logistik masuk, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan serta layanan.

2. Identifikasi prosedur setiap kegiatan pendukung

Tetapkan semua proses yang diperlukan untuk setiap kegiatan pendukung yang berlaku untuk aktivitas utama. Misalnya, pembuat furnitur akan mencantumkan dibawah subkategori infrastruktur perusahaan mengenai bagaimana prosedur departemen akuntansi perusahaan mendukung logistik masuk, operasi, logistik keluar, dan lain sebagainya. Lakukan proses ini untuk masing-masing dari empat kategori kegiatan pendukung yaitu infrastruktur perusahaan, manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan.

3. Analisis setiap proses untuk kemungkinan perbaikan

Setelah menetapkan setiap proses dalam rantai nilai, selanjutnya lakukan analisis masing-masing untuk kemungkinan peningkatan. Lihat dimana Anda dapat merampingkan proses, membuang langkah-langkah yang tidak diperlukan, atau merestrukturisasi komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan nilai prosedur. Lakukan hal-hal ini untuk setiap proses.

4. Temukan solusi yang produktif

Sekarang setelah Anda mengidentifikasi area untuk perbaikan, kemudian Anda dapat mencoba untuk menemukan solusi realistis yang dapat Anda terapkan pada setiap proses tersebut. Pilihlah beberapa area untuk ditangani dengan solusi konkret dan siapkan sistem pelacakan untuk membandingkan metrik antara sebelum dan setelah penerapan.

5. Terapkan temuan

Terapkan solusi yang Anda sudah dipilih untuk proses Anda. Lacak metrik terkait untuk melihat bagaimana penyesuaian Anda meningkatkan nilai produk dan rantai nilai Anda secara keseluruhan.

Contoh Analisis Value Chain

Berikut adalah contoh analisis rantai nilai perusahaan pembuat karya tipografi bernama “Wall of Fame” untuk membantu Anda memahami tentang prosesnya. Ini adalah beberapa proses yang diurutkan ke dalam aktivitas utama dan pendukung:

  • Logistik masuk: menerima, menyimpan cat, dan persediaan
  • Operasi: lukisan dan pengemasan karya seni
  • Logistik keluar: pengiriman karya seni yang sudah jadi
  • Pemasaran dan penjualan: sosial media marketing dan daftar email
  • Layanan: mengatur repeat order dan sesekali memperbaiki karya seni yang rusak dalam pengiriman
  • Infrastruktur perusahaan: layanan akuntansi, penggajian, dan serangkaian rencana strategis enam bulan, satu tahun, dan lima tahun untuk bisnis
  • Manajemen sumber daya manusia: pelatihan untuk dua asisten studio, memelihara buku pegangan karyawan dan penggajian
  • Teknologi: eksperimen dengan media, desain, ukuran, dan bahan baru untuk karya seni
  • Pengadaan: membuat pesanan untuk persediaan baru dan mengkomunikasikannya ke toko peralatan seni terdekat

Karena Wall of Fame adalah bisnis kecil, mereka menemukan bahwa beberapa fungsi logistik lebih banyak menyita waktu karyawan sehingga mereka menambahkan perangkat lunak untuk mengotomatisasi catatan pajak dan penggajian. Hal ini mengurangi biaya manajemen sumber daya manusia dan bidang infrastruktur perusahaan.

Karena pelanggan mereka paling menghargai kualitas dan inovasi produk unik mereka, perusahaan memutuskan untuk menghabiskan sebagian dari sumber daya yang dihemat untuk mengembangkan teknik baru dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk setiap lukisan, meningkatkan biaya untuk bidang operasi dan teknologi. Hal ini memungkinkan mereka untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan tanpa menaikkan harga karya seni.

Author :

Artikel Terkait

Saatnya mengalihkan perhatian ke arah pertumbuhan bisnis Anda

Izinkan kami mempercepat dan mengotomatisasi proses akuntansi serta keuangan bisnis, memastikan Anda terus berkembang dengan keyakinan penuh.