Nomor Kode Akuntansi Perusahaan (Dagang, Jasa, Manufaktur)

Nomor Kode Akuntansi Perusahaan (Dagang, Jasa, Manufaktur)

Nomor Kode Akuntansi Perusahaan (Dagang, Jasa, Manufaktur)

Nomor Kode Akuntansi Perusahaan

Setiap perusahaan pasti memiliki hambatan dalam pencatatan transaksi. Jika masalah ini dibiarkan berlarut-larut, dapat menyebabkan masalah jangka panjang. Inilah sebabnya mengapa perusahaan atau pemilik bisnis harus membuat kode nomor akun akuntansi atau bagan akun. Setelah membaca artikel ini, Anda akan lebih memahami mengenai nama dan nomor kode akuntansi.

Apa yang Dimaksud Dengan Nomor Kode Akuntansi?

Apa yang Dimaksud Dengan Nomor Kode Akuntansi

Kode akun atau chart of account (CoA) adalah daftar akun perusahaan yang digunakan untuk mengidentifikasi atau mempercepat proses pencatatan transaksi, baik pendapatan maupun pengeluaran.

Nantinya, semua catatan transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum. Setiap perusahaan dapat mengatur bagan akunnya sendiri sesuai keinginan. Dengan Chart of Accounts, perusahaan dapat menetapkan atau mengubah alur dan urutan skema akuntansi (sistem akuntansi perusahaan).

Bagan akun selalu ditandai dengan simbol numerik untuk menunjukkan bahwa ada perbedaan di setiap jenis. Biasanya, fungsi metode Chart of Accounts (CoA) adalah untuk menampilkan laporan keuangan, dari neraca hingga laporan laba rugi. Kemudian dapat dilanjutkan dengan akun lain seperti Ekuitas (Ekuitas), Biaya atau Beban, dan Kewajiban atau Hutang.

Nama & Nomor Kode Akuntansi Perusahaan

Nama & Nomor Kode Akuntansi Perusahaan

Berikut ini nama dan nomor kode akun akuntansi khususnya untuk perusahaan yang bergerak dibidang perdagangan, jasa maupun manufaktur.

No Kode Akuntansi Perusahaan Jasa

No Kode Akun
Perkiraan Akun
110
Harta lancar
111
Kas
112
Piutang usaha
113
Perlengkapan
114
Surat-Surat berharga
115
Iklan dibayar dimuka
116
Sewa dibayar dimuka
120
Harta tetap
121
Tanah
122
Peralatan
123
Akumulasi penyusutan peralatan
124
Gedung
125
Akumulasi penyusutan gedung
130
Investasi jangka panjang
131
Investasi dalam saham
132
Investasi dalam obligasi
140
Harta tidak berwujud
141
Goodwill
142
Hak paten
143
Hak cipta
144
Hak merek
200
Utang
210
Utang jangka pendek/lancer
211
Utang usaha
212
Utang gaji
213
Utang pajak
214
Utang bunga
215
Asuransi diterima dimuka
216
Sewa diterima dimuka
220
Utang jangka panjang
221
Utang obligasi
222
Utang hipotik
300
Modal
311
Modal pemilik
312
Prive pemilik
400
Pendapatan
411
Pendapatan jasa/usaha
412
Pendapatan lain-lain
500
Beban-beban
511
Beban gaji
512
Beban air, listrik, dan telepon
513
Beban pajak
514
Beban bunga
Baca juga:   Bagaimana Cara Membuat Sistem Pembukuan? Berikut 6 Caranya!

No Kode Akuntansi Perusahaan Dagang

No Kode Akun
Perkiraan Akun
101
Kas
102
Persediaan Barang Dagang
103
Piutang Usaha
104
Penyisihan Piutang Usaha
105
Wesel Tagih
106
Perlengkapan
107
Iklan Dibayar Dimuka
108
Sewa Dibayar Dimuka
109
Asuransi Dibayar Dimuka
111
Peralatan
112
Akumulasi Penyusutan Peralatan
113
Kendaraan
114
Akumulasi Penyusutan Peralatanan Kendaraan
115
Gedung
116
Akumulasi Penyusutan Gedung
201
Utang Usaha/Dagang
202
Utang Wesel
203
Utang Gaji
204
Utang Pajak Penghasilan
205
Utang Hipotek
206
Utang Obligasi
300
Modal/Ekuitas
301
Prive
400
Penjualan
401
Retur Penjualan
402
Potongan Penjualan
500
Pembelian
501
Beban Angkut Pembelian
502
Potongan Pembelian
600
Beban Gaji Toko
601
Beban Gaji Kantor
602
Beban Sewa Gedung
603
Beban Asuransi
604
Beban Penyesuaian Piutang
605
Beban Perlengkapan Kantor
606
Beban Perlengkapan Toko
607
Beban Iklan
608
Beban Penyusutan Peralatan
609
Beban Penyusutan Gedung
610
Beban Bunga
611
Beban Listrik Dan Telepon
612
Beban Administrasi Dan Umum
613
Beban Lain-Lain
Baca juga:   Opportunity Cost adalah Biaya Peluang, Begini Cara Hitungnya!

No Kode Akuntansi Perusahaan Dagang

No Kode Akun
Perkiraan Akun
No Kode Akun
Perkiraan Akun
1.
Assets
3.1.2.
Prive
1.1.
Current Assets
4.
Sales
1.1.1.
Cash
4.1.1.
Sales
1.1.2.
Account Receivable
4.1.2.
Sales Returns and Allowances
1.1.3.
Allowances for Doubtful
4.1.3.
Sales Discounts
1.1.4.
Notes Receivable
5.
Purchase
1.1.5.
Revenue Receivable
5.1.1
Purchase
1.1.6.
Raw Material Inventory
5.1.2
Freight In
1.1.7.
Work In Process Inventory
5.1.3
Purchase Returns and Allowances
1.1.8.
Finished Goods Inventory
5.1.4.
Purchase Discounts
1.1.9.
Helper Inventory
6.
Expenses
1.1.10.
Supplies
6.1.
Sales Expenses
1.1.11.
Prepaid Expenses
6.1.1
Advertising Expense
1.2.
Fixed Assets
6.1.2.
Sales Salaries Expense
1.2.1.
Equipment
6.1.3.
Store Supplies Expense
1.2.2.
Acc. Depre. Equipment
6.1.4.
Depre. Store Equipment Expense
1.2.3.
Vehicle
6.1.5.
Freight out
1.2.4.
Acc. Depre. Vehicle
6.1.6.
dll
1.2.5.
Machine
6.2.
Adm. & General Expenses
1.2.6.
Acc. Depre. Machine
6.2.1.
Office Salaries Expense
1.2.7.
Building
6.2.2.
Office Supplies Expense
1.2.8.
Acc. Depre. Building
6.2.3.
Depre. Office Equipment Expense
1.2.9.
Land
6.2.4.
Rent Expense
2.
Liabilities
6.2.5.
Insurance Expense
2.1.
Current Liabilities
6.2.6.
Depre. Building Expense
2.1.1.
Account Payable
6.2.7.
Depre. Vehicle Expense
2.1.2.
Notes Payable
6.2.8.
dll
2.1.3
Expenses Payable
7.
Other
2.1.4
Unearned Revenues
7.1
Other Revenue
2.2.
Long Term Liabikities
7.1.1.
Semua pend. diluar usaha
2.2.1
Bank Loan
7.2.
Other Expenses
3.
Owner’s Equity
7.2.1
Semua biaya diluar usaha
3.1.1
Capital
7.3.1
Income Tax
Baca juga:   e Bupot : Cara Membuat dan Pelaporan e-Bupot PPh 23/26

Manfaat Chart of Accounts (CoA)

  • Catatan atau data yang ada lebih mudah untuk dikontrol, dibandingkan dan dianalisis, yang dapat digunakan oleh pengguna yang tertarik dalam membuat keputusan.
  • Memudahkan untuk memperbaiki data atau catatan yang berubah karena kesalahan pengguna atau transaksi tambahan.
  • Untuk memudahkan pengolahan hasil record atau data yang telah diterima, dan pengolahannya akan lebih terkontrol.
  • Sederhanakan pelaporan.
  • Membuat laporan lebih mudah dibaca sehingga pihak terkait dapat mengambil keputusan dengan mudah dan benar.
  • Metode Chart of Accounts biasanya lebih mudah dilakukan dengan software akuntansi karena lebih praktis, lebih cepat, dan lebih akurat.

Accurate Online adalah salah satu perangkat lunak akuntansi dan inventaris paling tepercaya yang tersedia.

Persyaratan Membuat Nomor Kode Akun Akuntansi

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membuat kode akun akuntansi adalah sebagai berikut

  1. Nomor harus unik (artinya setiap nomor hanya digunakan untuk satu akun billing).
  2. Akun penyelesaian ditetapkan ke grup atau subgrup. Misalnya, kas, piutang, dan peralatan termasuk dalam aset lancar.
  3. Skor masing-masing harus terdaftar secara berurutan. Misalnya: piutang dengan piutang lain-lain.
  4. Penomoran berusaha tidak terlalu ketat, alasannya akan mempermudah jika beberapa akun baru ditambahkan. Misalnya: kelompok kargo memiliki nomor 600. 605 mengangkut kargo. 610 unduhan lainnya. Jika ada tambahan, Anda dapat memasukkan antara 605 -610.
  5. Nama akun harus singkat dan jelas.

Seperti itulah nomor kode akuntansi perusahaan jasa, dagang dan manufaktur. Semoga bermanfaat!

Bagikan ke:

Facebook
WhatsApp
Twitter
Telegram

Nomor Kode Akuntansi Perusahaan (Dagang, Jasa, Manufaktur)