X

Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang

Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang


Perbedaan perusahaan jasa dan perusahaan dagang adalah perusahaan yang paling sering menjadi pertanyaan beberapa orang. Perusahaan dagang, sebagai bagian dari kegiatan komersial membeli barang dari produsen dan kemudian menjualnya kepada publik, mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga beli dan harga jual.

Untuk memulai sebuah bisnis, para pelaku industri harus terlebih dahulu memahami jenis bisnis apa yang mereka geluti. Ada berbagai jenis bisnis yang menarik di Indonesia. Jenis usaha dibedakan menjadi dua jenis, yaitu perusahaan jasa dan perusahaan perdagangan. Terdapat banyak persamaan dan perbedaan antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang, salah satunya adalah akuntansi, serta biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan perdagangan dan jasa.

Keduanya dapat mempekerjakan karyawan; keduanya mungkin memerlukan peralatan untuk menjalankan bisnis mereka; kedua jenis bisnis memiliki pelanggan yang membayar barang atau jasa. Perbedaan utama antara perusahaan dagang dan perusahaan jasa adalah bahwa perusahaan dagang harus menyimpan inventaris, tetapi bisnis jasa tidak. Ini penting ketika menyiapkan akuntansi untuk bisnis.

Ingin tahu lebih banyak tentang perbedaan, pengertian dan perbedaan antara perusahaan jasa dan penjualan? Baca artikel ini sampai selesai ya.

Apa Itu Perusahaan Jasa?

Perusahaan jasa adalah bisnis yang memberikan pelayanan kepada pelanggannya. Salon, akuntan, firma hukum, dan layanan kebersihan adalah contoh bisnis jasa. Beberapa bisnis jasa juga menjual barang dagangan — misalnya, Szeto Accurate Consultans sebagai jasa training accurate.

Biaya khusus untuk bisnis jasa terutama terkait dengan biaya overhead, biaya tenaga kerja seringkali merupakan biaya terbesar. Kemudian ada biaya-biaya yang biasa digunakan untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk memberikan pelayanan sebaik mungkin.

Di Indonesia, jenis perusahaan ini berkembang pesat. Beberapa di antaranya adalah layanan konsultasi keuangan, pelatihan online dan offline, serta layanan strategi pemasaran. Untuk memahami hal ini secara jelas, bisnis jasa memiliki 3 ciri, yaitu sebagai berikut:

  1. Tidak memiliki standar harga resmi di pasaran
  2. Hanya menjual layanan tanpa produk fisik yang terlihat
  3. Tidak memerlukan investasi atau bahan produksi.

Meski tidak membutuhkan banyak modal, bukan berarti perusahaan jasa tidak memiliki risiko yang signifikan. Jika dicermati, perusahaan ini masih memiliki beberapa risiko, antara lain:

  • Tidak banyak pilihan untuk menerapkan strategi pemasaran
  • Percaya atau tidak, karena tidak ada ulasan dari klien terkenal.
  • Pelanggan akan lebih jeli karena tidak ada barang fisik yang dijual.
  • Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahpahaman antara penyedia layanan dan pelanggan, sebaiknya membuat kesepakatan bersama dengan bukti tertulis sebelum perusahaan mulai menangani masalah yang dihadapi pelanggan.

Apa Itu Perusahaan Dagang?

Perusahaan dagang adalah jenis usaha yang menjual barang atau produk. Contoh merchandising termasuk toko pakaian ritel, toko kelontong, dan toko buku. Beberapa bisnis memproduksi barang yang mereka jual, sementara yang lain membeli dan menjual barang dalam jumlah besar. Atau bisa juga kombinasi keduanya.

Jika sebuah perusahaan dagang memproduksi barang untuk dijual, maka perusahaan tersebut tidak hanya memiliki biaya operasional normal yang dimiliki setiap bisnis, tetapi juga biaya produksi seperti pembelian bahan baku dan tenaga kerja untuk memproduksi barang tersebut.

Di sisi lain, bisnis pedagang yang membeli barang jadi harus membeli barang tersebut dan fokus pada proses penjualan kembali produk atau barang yang diambil dari pemasok dengan menggunakan selisih penjualan. Selain itu, terdapat berbagai perbedaan antara perusahaan dagang dengan perusahaan lain, misalnya:

  • Stok ready di tangan
  • Nilai barang yang dihasilkan harus diperhitungkan untuk memudahkan penentuan harga jual.
  • Jenis perusahaan yang telah memonopoli sebagian besar pasar di seluruh dunia adalah perusahaan perdagangan.

Hal ini disebabkan oleh berbagai produk inovatif yang ditawarkan untuk memastikan bahwa pelanggan mendapatkan apa yang mereka butuhkan.

Perbedaan Perusahaan Jasa dan Dagang Dalam Akuntansi

Seperti namanya, perusahaan jasa memberikan layanan khusus kepada pelanggannya. Layanan ini dapat berkisar dari nasihat profesional seperti dokter dan pengacara hingga pekerjaan rumah tangga seperti pembersihan karpet dan penitipan anak.

Perusahaan Jasa dapat menyediakan layanan ini sebagai penawaran satu kali atau secara berkelanjutan. Mereka juga dapat menagih pelanggan berdasarkan layanan yang diberikan, tarif per jam, atau skema penagihan mereka sendiri.

Perusahaan jasa menentukan laba bersih dengan mengurangi biaya operasional dari pendapatan mereka. Siklus akuntansi perusahaan jasa dimulai ketika pelanggan membayar untuk layanan tersebut.

Namun, perusahaan jasa sering menunggu berminggu-minggu atau berbulan-bulan antara menagih pelanggan dan saat mereka menerima pembayaran. Saldo yang belum dibayar dari akun ini merupakan “piutang”, yang dapat menjadi pendapatan, tetapi tidak termasuk dalam siklus akuntansi.

Perusahaan dagang membeli atau memproduksi produk dan kemudian menyimpannya di gudang dengan satu atau lebih pemasok untuk dijual kembali kepada pembeli. Pelanggan ini dapat berupa pelanggan eceran atau grosir.

Perusahaan dagang harus mencatat transaksi untuk pembelian dan penjualan persediaan mereka. Akuntansi persediaan yang akurat menentukan apakah suatu perusahaan dagang telah memperoleh laba atau tidak, sehingga langkah-langkah dalam proses siklus akuntansi menjadi pedoman dalam menghitung laba suatu perusahaan.

Perusahaan perdagangan menentukan bottom line dengan mengurangi biaya operasional dan harga pokok penjualan dari hasil penjualan. Sementara perusahaan jasa dapat menunggu berbulan-bulan untuk melihat keuntungan dari transaksi mereka, sebagian besar perusahaan dagang membuat keuntungan langsung dari transaksi.

Transaksi dimulai ketika pelanggan membayar barang mereka dan pedagang mengirimkan barang. Proses ini memungkinkan perusahaan perdagangan untuk segera mencatat transaksi dan memulai siklus akuntansi.