fbpx

10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Harus Anda Ketahui

Prinsip Dasar Akuntansi

Bagikan artikel ini:

Akuntansi merupakan sistem pertahanan untuk mencegah kesalahan dalam pengelolaan keuangan dan melakukan koreksi dari praktik bisnis yang tidak sehat untuk menghindari kebangkrutan. Selain itu, akuntansi yang baik dapat membantu bisnis menemukan cara untuk sukses dan berkembang, bahkan dalam kondisi ekonomi yang sulit. Prinsip dasar akuntansi adalah prinsip, konsep, dasar, pedoman, serta aturan yang digunakan oleh akuntan untuk menyusun laporan keuangan suatu entitas. Prinsip ini juga digunakan oleh badan penetapan standar untuk mengembangkan standar dan kerangka kerja akuntansi. 

Anda mungkin menemukan beberapa prinsip akuntansi telah ditetapkan dalam karakterisasi kualitatif dan kuantitatif informasi dalam IFRS. Sebagian besar prinsip akuntansi juga diatur dalam standar akuntansi dan kerangka kerja. Bahkan standar akuntansi tersebut (GAAP lokal) bervariasi dari satu negara ke negara lain, tetapi prinsip-prinsip yang ditetapkan dalam standar tersebut sama. Misalnya, PSAK Indonesia atau IFRS berbeda di banyak bidang tetapi prinsip yang digunakan dalam standar tersebut sangat sama.

Prinsip Dasar Akuntansi

1. Prinsip akrual

Prinsip akrual mengharuskan pendapatan dan beban dicatat dan diakui dalam laporan keuangan entitas pada saat terjadinya, bukan pada saat kas dibayarkan atau diterima. Hal ini untuk membantu pengguna laporan keuangan mendapatkan informasi keuangan yang benar-benar tercermin dalam status keuangan saat ini atau situasi ekonomi entitas. 

Dalam prinsip ini, pendapatan tidak dicatat dan diakui dalam laporan keuangan hanya ketika kas dikumpulkan dari pelanggan untuk layanan atau produk yang dibeli. Selain itu, beban juga tidak dicatat dan diakui dalam laporan keuangan hanya ketika kas merupakan arus keluar dari entitas. Misalnya, pendapatan dari penjualan kain diakui dimana hak dan kewajiban berpindah dari penjual kepada pembeli sekalipun penjual tidak menerima pembayaran dari pembeli. Dengan mencatat dan mengenali penjualan berdasarkan basis akrual, pengguna dapat melihat semua penjualan yang dilakukan entitas selama periode tersebut baik untuk penjualan kredit maupun penjualan tunai. 

Contoh lainnya terkait biaya yang masih harus dibayar adalah bahwa biaya pemeliharaan diakui saat jasa digunakan oleh entitas dan bukan pada saat entitas membayar kepada pemasok. Pengakuan ini akan memberikan gambaran lengkap kepada pengguna laporan keuangan tentang berapa banyak biaya pemeliharaan yang dikeluarkan selama periode tersebut daripada hanya menunjukkan berapa banyak pembayaran yang dilakukan untuk biaya pemeliharaan selama periode tersebut secara tunai saja.

2. Prinsip konservatisme

Prinsip konservatisme memperhatikan keandalan laporan keuangan suatu entitas untuk kepentingan pengguna terutama di bidang melebih-lebihkan pendapatan dan aset serta mengecilkan kewajiban dan beban. Prinsip akuntansi ini mengharuskan entitas untuk mencatat dan mengakui kewajiban dan beban dalam laporan keuangan sesegera mungkin ketika ada ketidakpastian tentang hasilnya. Selain itu, entitas juga tidak boleh mengakui aset atau pendapatan dalam laporan keuangan jika hasilnya tidak pasti. 

Baca juga:   Apa itu Balance Dalam Akuntansi, Mengapa itu Penting?

Sebagai contoh, entitas harus segera mengakui beban dalam laporan keuangan jika ada kemungkinan entitas akan kehilangan tuntutan hukum kepada pelanggannya. Hal ini untuk memastikan bahwa liabilitas diakui dalam laporan keuangan dan benar-benar mencerminkan situasi keuangan entitas saat ini yang mungkin merugi. Hal itu agar calon investor membuat keputusan berdasarkan laporan keuangan bahwa pengeluaran tersebut berpotensi merugi. Entitas sebenarnya mungkin sudah mengetahui bahwa ia bisa memenangkan gugatan namun berdasarkan prinsip ini, entitas tidak boleh mengakui kemungkinan pendapatan dari gugatan ini. 

Contoh lainnya, entitas mungkin sudah mengetahui sampai pada situasi di mana persediaan atau aset tetap yang baru dibeli entitas bulan lalu dapat dibeli sekarang dengan mengeluarkan lebih sedikit uang. Dalam hal ini, entitas harus mempertimbangkan untuk menghapus bagian yang berbeda tersebut ke dalam beban sehingga aset dapat disajikan pada nilai realisasi.

3. Prinsip konsistensi

Prinsip konsistensi adalah prinsip akuntansi yang mengharuskan entitas untuk menerapkan metode, kebijakan, dan standar akuntansi yang sama untuk pelaporan laporan keuangannya. Ada banyak manfaat bagi pemangku kepentingan laporan keuangan ketika prinsip ini diterapkan dengan benar dan ketat. 

Sebagai contoh, jika menggunakan kebijakan atau metode akuntansi yang berbeda untuk mengukur dan mengakui pendapatan, maka jumlah pendapatan akan berbeda secara signifikan dalam laporan laba rugi, sementara jika menggunakan kebijakan atau metode akuntansi yang sama maka hanya akan ada sedikit perbedaan.

Contoh lainnya yaitu, Anda harus menerapkan tingkat dan metode penyusutan secara konsisten dari satu periode akuntansi ke periode lainnya dalam laporan keuangan untuk aset tetap yang sama. Jika Anda ingin melakukan perubahan kebijakan akuntansi atau estimasi akuntansi, maka standar yang sesuai juga harus diterapkan. Pastikan bahwa Anda memahami SAK atau standar akuntansi keuangan untuk memandu Anda dalam menyelesaikan permasalahan tersebut. 

4. Prinsip biaya historis

Prinsip biaya historis atau prinsip biaya yaitu bahwa aset harus dicatat berdasarkan harga pada saat dibeli. Dan kewajiban harus dicatat berdasarkan nilai yang diharapkan untuk dibayar pada nilai aslinya daripada nilai pasar atau nilai yang disesuaikan dengan inflasi. Untuk menghindari kesalahan pengakuan dan pengukuran, sebaiknya akuntan mengikuti standar akuntansi untuk menyusun laporan keuangan misalnya standar PSAK. Prinsip biaya bermanfaat dalam pembuatan laporan keuangan karena transaksi keuangan dicatat pada biaya yang diidentifikasi dan memiliki bukti yang dapat diverifikasi. Misalnya, biaya aset tetap dapat diverifikasi dengan menggunakan faktur pembelian pemasok.

Baca juga:   Apa Bedanya Finance dan Accounting?

5. Prinsip badan usaha

Prinsip badan usaha ini menganggap pemilik memiliki sebuah kewajiban hukum yang berbeda. Di bawah konsep ini, entitas harus mencatat semua transaksi secara terpisah dari pemilik maupun bisnis lainnya. Hal ini berarti transaksi yang dicatat dalam akun entitas hanyalah transaksi yang dimiliki entitas. Setiap transaksi keuangan, aset, kewajiban, dan ekuitas yang dimiliki oleh pemilik atau entitas lain tidak boleh dimasukkan ke dalam akun entitas.

Sebagai contoh, toko Sinta menjual kue dan Sinta mengambil satu kue tart untuk ulang tahun istrinya. Dalam hal ini, kita perlu mengidentifikasi siapa pemiliknya dan apa entitasnya. Dan transaksi apa yang terjadi antara Sinta dan entitas tersebut. Jadi, Sinta adalah pemilik dan Toko Sinta adalah entitasnya. Sehingga dengan menggunakan prinsip badan usaha, pembukuan toko mencatat penurunan stok dan peningkatan penarikan pemilik atau mencatatnya sebagai menjual ke pelanggan normal.

Prinsip ini dapat membantu meminimalkan konflik antara pemilik jika ada banyak pemilik entitas serta mencegah pemilik menghindari kewajiban pajak kepada pemerintah. Selain itu, prinsip ini juga bermanfaat bagi pemilik atau pemegang saham untuk menilai kinerja setiap entitas secara terpisah dan menilai posisi keuangan entitas.

6. Prinsip pengungkapan penuh

Prinsip pengungkapan penuh mengharuskan entitas untuk mengungkapkan semua informasi yang diperlukan dalam laporan keuangannya. Hal itu karena pengguna bergantung pada informasi keuangan yang diungkapkan dalam laporan keuangan untuk membuat keputusan. Oleh karena itu, informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan entitas harus sesuai dengan persyaratan standar atau kerangka akuntansi. Informasi yang diungkapkan tidak hanya informasi keuangan namun juga informasi non-keuangan seperti undang-undang dan peraturan baru yang segera berlaku.

Sebagai contoh, pemerintah negara tempat entitas menjalankan bisnis akan menaikkan jumlah tarif pajak mulai berlaku tahun depan. Keuntungan entitas bisnis tentunya akan berkurang dan kelangsungan hidup entitas dipertanyakan. Namun berdasarkan prinsip pengungkapan penuh, masalah ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap entitas harus diungkapkan sepenuhnya dalam laporan keuangan entitas.

7. Prinsip kelangsungan hidup

Prinsip kelangsungan hidup adalah konsep yang mengasumsikan entitas akan tetap menjadi bisnis dalam periode yang dapat diperkirakan yang biasanya dua belas bulan dari tanggal operasi atau tidak mengalami masalah going concern. Entitas harus melakukan penilaian kelangsungan usaha setiap tahun untuk melihat apakah akan ada masalah kelangsungan usaha. Penilaian tidak hanya berfokus pada faktor keuangan namun juga faktor non-keuangan yang dapat mempengaruhi entitas menutup usahanya.

Ada banyak faktor yang mengindikasikan entitas mungkin menghadapi masalah going concern. Misalnya, layanan atau produk utama entitas tidak lagi dibutuhkan di pasar dan penjualan juga turun drastis hingga nol sehingga entitas mungkin melikuidasi asetnya untuk mendukung operasinya dalam periode kurang dari dua belas bulan. 

Baca juga:   Accurate Id, Software Akuntansi Cloud Terbaik di Indonesia

8. Prinsip pencocokan

Prinsip ini digunakan untuk mencatat dan mengakui beban dan pendapatan dalam laporan keuangan. Prinsip ini memastikan bahwa pendapatan dan beban dalam laporan laba rugi benar-benar tercermin dalam periode terjadinya. Misalnya ketika entitas menjual barang kepada pelanggan maka entitas akan menghasilkan pendapatan dan pada saat yang sama entitas juga harus memberikan barang kepada pelanggan. Dalam hal ini, pendapatan penjualan diakui dalam laporan laba rugi dan harga pokok penjualan juga diakui pada periode yang sama. 

Sebagai contoh, entitas mungkin mengalami situasi dimana pelanggan telah membayar sejumlah uang namun barang belum diterima. Dalam hal ini, maka entitas mengakui pembayaran yang diterima sebagai pendapatan diterima dimuka pada akun kewajiban. Selanjutnya, ketika entitas menyerahkan barang kepada pelanggan maka baru dapat berpindah menjadi pendapatan dalam laporan laba rugi dan pada saat yang sama beban pokok penjualan juga diakui.

9. Prinsip materialitas

Prinsip ini memperhatikan relevansi informasi dan ukuran serta sifat transaksi yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Berdasarkan konsep ini, informasi keuangan adalah material dan sifat informasi keuangan yang sama belum tentu material untuk semua entitas. Misalnya, pengakuan pendapatan yang salah sebesar 5 juta bagi perusahaan A tidak material jika kita bandingkan dengan total pendapatannya sebesar 5 miliar. Namun, 5 juta adalah material bagi perusahaan B karena pendapatannya yaitu 50 juta.

Prinsip ini tidak hanya digunakan oleh akuntan untuk menyusun laporan keuangan sebagai dasar untuk memutuskan transaksi dan peristiwa keuangan yang material terhadap laporan keuangan, namun juga digunakan oleh auditor untuk menghitung kesalahan yang dapat ditoleransi, materialitas kinerja serta sebagai materialitas perencanaan. Materialitas ini digunakan sebagai matriks atau alat bagi auditor untuk memutuskan apakah transaksi atau jumlah yang tidak disesuaikan material terhadap laporan keuangan. Transaksi atau jumlah yang tidak disesuaikan ini merupakan bagian dari bukti auditor untuk mendukung pendapat mereka.

10. Prinsip unit moneter

Asumsi unit moneter adalah prinsip akuntansi yang memperhatikan penilaian transaksi dan peristiwa yang dicatat entitas dalam laporan keuangannya. Transaksi dan peristiwa keuangan dicatat dalam laporan keuangan menggunakan unit moneter karena berbagai alasan antara lain yaitu sederhana dan mudah digunakan, diakui dan dikomunikasikan secara universal, serta memiliki mata uang yang stabil.

Ada banyak transaksi yang terjadi di dalam dan oleh entitas setiap hari dan tidak semua transaksi tersebut dicatat dalam laporan keuangan. Misalnya, staf penjualan mengalami kecelakaan dan entitas membayar biaya kecelakaan dan rumah sakit. Maka entitas dapat mencatat biaya ini dalam laporan laba rugi namun entitas tidak dapat mencatat bahwa penjualan menjadi rendah akibat kinerja staf yang berkurang karena mengalami kecelakaan. 

Author :

Artikel Terkait

Saatnya mengalihkan perhatian ke arah pertumbuhan bisnis Anda

Izinkan kami mempercepat dan mengotomatisasi proses akuntansi serta keuangan bisnis, memastikan Anda terus berkembang dengan keyakinan penuh.