IFRS adalah Standar Akuntansi Keuangan, Apa Maksud dan Tujuannya?

IFRS adalah Standar Akuntansi Keuangan, Apa Maksud dan Tujuannya?

IFRS adalah Standar Akuntansi Keuangan, Apa Maksud dan Tujuannya?

IFRS adalah Standar Akuntansi Keuangan Internasional

Standar akuntansi keuangan seperti IFRS adalah salah satu kerangka acuan yang digunakan dalam proses pelaporan keuangan.

Apa itu yang Dimaksud Dengan IFRS?

IFRS adalah International Financial Reporting Standards atau Standar Pelaporan Keuangan Internasional merupakan seperangkat aturan akuntansi untuk laporan keuangan perusahaan publik, yang dirancang untuk membuatnya konsisten, transparan, dan mudah dibandingkan di seluruh dunia.

Pembukuan Lebih Lancar Dengan Accurate Accounting Software

Standar Pelaporan Keuangan Internasional saat ini berisi profil lengkap untuk 166 yurisdiksi termasuk Uni Eropa. Sedangkan Amerika Serikat menggunakan sistem yang berbeda, Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum (GAAP). IFRS diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Sistem IFRS terkadang bingung dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional, yang merupakan standar lama yang digantikan oleh IFRS pada tahun 2001.

IFRS masuk ke detail tentang bagaimana perusahaan harus mencatat dan melaporkan pengeluaran dan pendapatan mereka. Mereka diciptakan untuk menciptakan bahasa akuntansi umum yang dapat dipahami oleh investor, auditor, regulator pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya di seluruh dunia.

Standar dirancang untuk mempromosikan keseragaman dalam bahasa akuntansi, praktik dan pelaporan, dan untuk membantu bisnis dan investor membuat analisis keuangan yang baik dan membuat keputusan.

Sudah Punya Accurate Software? Training Accurate Untuk Implementasi Lebih Efektif

Mereka dikembangkan oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional, yang merupakan bagian dari IFRS Foundation nirlaba yang berbasis di London. Dana tersebut mengatakan pihaknya menetapkan standar untuk “memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi di pasar keuangan di seluruh dunia.”

Sejarah IFRS

IFRS dikembangkan di Uni Eropa dengan tujuan membuat transaksi bisnis dan pelaporan dapat diakses di seluruh benua. Itu dengan cepat diadopsi sebagai bahasa umum akuntansi.

Meskipun AS dan beberapa negara lain tidak menggunakan IFRS, 166 yurisdiksi saat ini menggunakannya, menjadikan IFRS sebagai kumpulan standar yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.

Siapa yang Menggunakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional?

Standar Pelaporan Keuangan Internasional harus digunakan oleh perusahaan publik yang berlokasi di lebih dari 160 negara, termasuk semua negara Uni Eropa, serta Kanada, India, Rusia, Korea Selatan, Afrika Selatan, dan Chili. AS dan China memiliki sistem mereka sendiri.

Apa Tujuan dari IFRS?

Tujuan IFRS adalah mempromosikan transparansi dan kepercayaan di pasar keuangan global dan perusahaan yang menempatkan saham mereka di sana. Jika standar tersebut tidak ada, investor akan kurang mau mempercayai laporan keuangan dan informasi lain yang diberikan kepada mereka oleh perusahaan. Tanpa kepercayaan ini, kita mungkin melihat lebih sedikit transaksi dan ekonomi yang kurang kuat.

Standar Pelaporan Keuangan Internasional juga membantu investor menganalisis perusahaan dengan memfasilitasi perbandingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, serta analisis fundamental kinerja perusahaan.

Aturan Standar Pelaporan Keuangan Internasional

Standar Pelaporan Keuangan Internasional mencakup berbagai kegiatan akuntansi. Ada aspek-aspek tertentu dari praktik bisnis yang Standar Pelaporan Keuangan Internasional menetapkan aturan wajib.

  • Laporan Posisi Keuangan: Ini adalah neraca. Standar Pelaporan Keuangan Internasional mempengaruhi bagaimana komponen neraca disajikan.
  • Laporan Laba Rugi Komprehensif: Ini dapat berbentuk laporan tunggal atau dipecah menjadi laporan laba rugi dan laporan pendapatan lain-lain, termasuk aset tetap.
  • Pernyataan Perubahan Ekuitas: Juga dikenal sebagai laporan laba ditahan, ini mendokumentasikan perubahan pendapatan atau pendapatan perusahaan untuk periode keuangan tertentu.
  • Laporan arus kas. Laporan ini merangkum operasi keuangan perusahaan untuk periode tertentu, memecah arus kas menjadi operasi, investasi, dan pembiayaan5.
  • Selain pernyataan-pernyataan utama ini, perusahaan harus memberikan ringkasan kebijakan akuntansinya. Pernyataan lengkap sering kali dilihat bersamaan dengan pernyataan sebelumnya untuk menunjukkan perubahan laba rugi.
  • Perusahaan induk harus membuat laporan akun terpisah untuk setiap anak perusahaannya.
  • Perusahaan Cina tidak menggunakan IFRS atau GAAP. Mereka menggunakan Standar Akuntansi Bisnis Cina (ASBE).

Mengapa Indonesia Menggunakan IFRS Sebagai Standar Akuntansi?

Indonesia sendiri telah mengadopsi IFRS sebagai standar akuntansi. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan bagian dari International Federation of Accountants (IFAC) yang mewajibkan anggotanya untuk mematuhi Statement of Commitment of Membership (SMO), sehingga Indonesia harus menjadikan IFRS sebagai salah satu standar akuntansinya.

IFRS vs GAAP

Perusahaan publik di AS diharuskan menggunakan sistem yang bersaing, Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Standar GAAP dikembangkan oleh Financial Accounting Standards Board (FSAB) dan Government Accounting Standards Board (GASB).

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) mengatakan tidak akan beralih ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional tetapi akan terus mempertimbangkan proposal untuk memungkinkan informasi Standar Pelaporan Keuangan Internasional digunakan sebagai pelengkap catatan keuangan AS.

Ada perbedaan antara pelaporan IFRS dan GAAP. Misalnya, Standar Pelaporan Keuangan Internasional tidak begitu ketat dalam mendefinisikan pendapatan dan memungkinkan perusahaan untuk melaporkan pendapatan lebih awal. Neraca yang menggunakan sistem ini dapat menunjukkan aliran pendapatan yang lebih tinggi daripada versi GAAP dari neraca yang sama.

IFRS juga memiliki persyaratan lain untuk pelaporan biaya. Misalnya, jika sebuah perusahaan mengeluarkan uang untuk pengembangan atau investasi di masa depan, itu tidak harus dilaporkan sebagai beban. Sebaliknya, itu bisa dikapitalisasi.

Perbedaan IFRS dan GAAP Adalah?

Kedua sistem berbagi tujuan yang sama: kejelasan dan keadilan dalam pelaporan keuangan perusahaan publik.

IFRS dikembangkan sebagai pendekatan berbasis standar yang dapat digunakan secara internasional. GAAP adalah sistem berbasis aturan yang digunakan terutama di AS.

Sementara sebagian besar dunia menggunakan standar IFRS, mereka masih bukan bagian dari dunia akuntansi keuangan AS. SEC terus mempertimbangkan transisi ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional, tetapi belum melakukannya.

Ada beberapa perbedaan metodologis antara kedua sistem. Misalnya, GAAP memungkinkan perusahaan untuk menggunakan salah satu dari dua metode penetapan biaya persediaan: first in, first out (FIFO) atau last in, first out (LIFO). Namun, LIFO dilarang oleh Standar Pelaporan Keuangan Internasional.

Sumber: International Financial Reporting Standards Definition (investopedia.com)



Baca juga: Training Accurate Resmi #1 di Indonesia

Bagikan ke:

Share on facebook
Facebook
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter
Share on telegram
Telegram

IFRS adalah Standar Akuntansi Keuangan, Apa Maksud dan Tujuannya?