X

Metode FIFO dan LIFO Dengan Contoh Perusahaannya

Metode FIFO dan LIFO


Pada dunia akuntansi, persediaan dapat dihitung dengan beberapa metode/cara. Jenis metode yang digunakanpun dapat disesuaikan dengan jenis perusahaan serta kepentingan perusahaan tersebut. Beberapa metode menghitung atau mencatat persediaan paling banyak digunakan adalah FIFO dan LIFO.

Apa itu Persediaan?

Persediaan adalah semua barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk tujuan dijual kembali atau konsumsi dalam perjalanan biasa operasi perusahaan.

Ada dua sistem akuntansi inventaris, yaitu sistem periodik dan perpetual. Pilihan dua sistem pencatatan tergantung pada kebijakan perusahaan.

Dalam praktiknya, banyak perusahaan membuat asumsi tentang mekanisme penerimaan dan keberangkatan biaya gudang di perusahaan.

Asumsi pergerakan nilai persediaan harus mematuhi standar dan prinsip akuntansi yang diterima secara umum (PABU). Berikut adalah metode biaya persediaan dengan cara FIFO dan LIFO serta perbedaannya yang perlu Anda ketahui.

Metode FIFO

Banyak dari Anda mungkin pernah mendengar tentang FIFO. Namun, tahukah Anda apa itu metode FIFO?

Apa itu Metode FIFO?

FIFO adalah metode perhitungan persediaan yang mengatur pergerakan dana dari akuntansi untuk persediaan perusahaan.

FIFO adalah singkatan dari First In First Out. Metode FIFO adalah inventarisasi barang yang dimasukan terlebih dahulu, baru kemudian inventarisasi barang yang akan dikeluarkan/digunakan terutama oleh suatu perusahaan/penjual.

Hal ini berarti barang yang tiba lebih dulu di gudang akan dijual lebih dulu, dan sebaliknya, barang yang datang terakhir akan dijual paling akhir.

Cara ini memudahkan merchant atau perusahaan dalam mengelola kas masuk dan kas keluar. Untuk menghitung HPP metode FIFO, Anda memerlukan penyesuaian pada catatan akuntansi persediaan Anda.

Dengan metode FIFO, persediaan akhir dapat ditentukan karena persediaan akhir akan bertanggung jawab untuk menentukan harga jual berdasarkan harga pesanan baru hingga pesanan terakhir, dan juga cenderung menghasilkan pencatatan berharga yang mempengaruhi nilai aset perusahaan.

Metode FIFO sangat baik dalam mencegah kerusakan persediaan akibat penyimpanan yang terlalu lama di gudang.

Apalagi itu lebih terlihat saat menghitung harga pokok barang. Biaya yang digunakan untuk membeli barang untuk pertama kali akan dikenal sebagai HPP (Harga Pokok Penjualan).

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Metode FIFO

Cara ini sangat cocok untuk perusahaan yang menjual produk kadaluarsa seperti makanan, minuman, obat-obatan, dll. Dapat dikatakan bahwa cara FIFO merupakan metode yang paling sering dipilih dan digunakan oleh perusahaan dibandingkan dengan metode lainnya.

Metode LIFO

Kalau cara FIFO kan item pertama datang – item pertama keluar, maka LIFO adalah kebalikannya.

Apa itu Metode LIFO?

Metode LIFO yang merupakan kepanjangan dari Last In First Out adalah suatu metode dimana item yang terakhir masuk akan dikeluarkan/digunakan terlebih dahulu, begitu juga sebaliknya item yang pertama kali masuk akan dikeluarkan/digunakan kemudian.

Ada 2 cara menghitung HPP menggunakan metode LIFO.Jadi, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencatat inventaris yang dimasukkan terakhir.

Penggunaan metode ini bertujuan untuk mempermudah proses penempatan barang baik di pintu masuk maupun di pintu keluar.

Keuntungan dari metode ini adalah perusahaan dapat menghemat pajak selama inflasi, karena keuntungannya kecil. Selain itu, laba operasi perusahaan tidak akan mempengaruhi laba/rugi dari fluktuasi harga.

Namun, metode ini cukup kompleks dibandingkan dengan metode lain, dan biaya akuntansi biasanya tinggi dan hasil laba/rugi juga lebih rendah.

Oleh karena itu, penjual/perusahaan jarang menggunakan cara ini. Dalam praktiknya, metode LIFO mempengaruhi nilai aset perusahaan yang rendah dan umumnya menghasilkan nilai persediaan akhir yang rendah.

Contoh Perusahaan yang Menggunakan Metode LIFO

Metode LIFO biasanya diterapkan pada perusahaan yang bergerak di bidang fashion dan handphone. Barang yang memenuhi dengan mode terbaru akan dijual terakhir dan akan dirilis lebih dulu. Jika tidak dirilis terlebih dahulu, pakaian/handphone tersebut akan kehilangan tren.