Kecerdasan Emosional : Cara Tes dan Meningkatkannya!

Kecerdasan Emosional _ Cara Tes dan Meningkatkannya!

Kecerdasan Emosional _ Cara Tes dan Meningkatkannya!



Mau pembukuan bisnis Anda jadi lebih baik? Coba training Accurate dengan SAC!



Apa itu kecerdasan emosional? (bahasa Inggris: emotional quotient, disingkat EQ) Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kecerdasan diartikan sebagai akal atau hal-hal yang cerdas, dan arti lain diartikan sebagai perkembangan akal yang menuju kepada kesempurnaan.

Ada beberapa jenis kecerdasan, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). IQ seringkali menjadi faktor penentu kesuksesan seseorang di masa depan.

Seseorang dengan IQ tinggi dianggap pandai memecahkan masalah dan cenderung mencari solusi sambil beradaptasi dengan situasi baru. Dalam pendidikan formal, orang dengan IQ tinggi cenderung lebih mungkin untuk berhasil.



Szeto Priority dapat membantu bisnis Anda mencapai tujuan dengan cepat dan tepat.



Namun, kini ia tidak hanya fokus pada pembahasan kecerdasan intelektual, tetapi juga pada pembahasan jenis kecerdasan lain, yaitu Emotional Quotient (EQ). Tidak hanya itu, yang memiliki IQ tinggi juga harus mampu mengontrol emosi dengan baik.

Pengertian Kecerdasan Emosional

Apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional? Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, mengevaluasi, mengelola dan mengendalikan emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Sedangkan kecerdasan mengacu pada kemampuan memberikan alasan yang baik untuk suatu hubungan.

Emotional Quotient kini dianggap sama pentingnya dengan kecerdasan intelektual (IQ). Satu studi menemukan kecerdasan emosional menjadi dua kali lebih penting.

Kecerdasan Emosional Menurut Para Ahli

Jika menurut pengertian KBBI, kecerdasan emosional adalah kecerdasan yang erat kaitannya dengan kepedulian dan hati, baik pada manusia, dengan makhluk lain, maupun pada lingkungan alam.

Beberapa ahli mengatakan bahwa Emotional Quotient dapat dipelajari dan dikembangkan, sementara yang lain mengatakan bahwa kecerdasan emosional adalah bawaan.

Menurut Salovey dan Mayer

Pada tahun 1990, psikolog Salovey dari Harvard University dan Mayer dari University of New Hampshire pertama kali menciptakan istilah “kecerdasan emosional”.

Mereka menggunakannya untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antara empati, mengungkapkan dan memahami perasaan marah, pengendalian amarah, pemecahan masalah, diskusi, pemecahan masalah, keramahan, dan rasa hormat.

Kedua psikolog ini juga menjelaskan pengertian kecerdasan emosional, yang diartikan sebagai kemampuan atau kecerdasan yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.

Hal ini berguna untuk memindai apa yang akan dilakukan selanjutnya karena Anda sudah memahami situasi dan suasana yang sedang terjadi.

Menurut Buku Daniel Goleman

Emotional Intelligence, menjelaskan bahwa Emotional Quotient bertanggung jawab atas 80% kesuksesan dan 20% ditentukan oleh IQ.

Menurut Howard Gardner (1983)

Ada lima aspek utama kecerdasan emosional manusia, yaitu: kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri sendiri, peka terhadap emosi orang lain, mampu menanggapi dan bernegosiasi secara emosional dengan orang lain, dan untuk dapat menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri sendiri. Selain itu, seseorang yang memiliki Emotional Quotient yang baik lebih dapat dipercaya, dapat beradaptasi dengan baik, dapat bergaul dan bekerja dalam tim, memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi dan memiliki motivasi yang tinggi.

Contoh Kecerdasan Emosional

Contoh kecerdasan emosional misalnya, Anda sedang berada di suatu pemakaman, kemudian ada orang lain mengatakan sesuatu yang mereka anggap tidak sensitif, dan setelah itu mereka bercanda. Jika Anda bereaksi berlebihan dan tidak menyukainya, mereka akan bertindak seolah-olah Anda terlalu sensitif.

Komponen Kecerdasan Emosional

Setelah memahami kecerdasan emosional, barulah kita memahami apa yang dimaksud dengan kecerdasan. Selanjutnya, kita akan membahas komponen-komponen pembentukan Emotional Quotient. Dalam pembentukan Emotional Quotient, komponen-komponen yang membentuk kecerdasan emosional dibedakan.

Related Post
  1. Memiliki kesadaran diri
    Komponen pertama adalah kesadaran diri. Menurut KBBI, kesadaran diri diartikan sebagai kesadaran bahwa seseorang memahami situasinya sendiri. Dalam hal ini berarti kesadaran ini adalah kesadaran yang mampu Anda pahami tentang emosi yang ada di dalam diri Anda. Ini adalah aspek terpenting dari kecerdasan emosional. Semakin Anda memahami keadaan emosional Anda dan kendalinya, semakin baik Emotional Quotient Anda.Padahal, selain memahami emosi yang ada di dalam diri, seseorang juga harus menyadari dampak dari tindakan, suasana hati dan emosi saat berinteraksi dengan orang lain. Orang harus memiliki kontrol atas emosinya untuk membentuk kesadaran diri, selain memiliki akses untuk mengontrol emosinya, mereka juga harus memahami respons emosional yang tidak seimbang dan mampu memahami emosi mana yang muncul.

    Alangkah baiknya untuk membentuk kecerdasan emosional, seseorang harus memahami dan mengetahui hubungan antara apa yang dia rasakan dan bagaimana seharusnya dia bersikap. Selain itu, mereka harus mampu mengenali kekuatan dan kelemahan mereka.

    Para peneliti menunjukkan bahwa, secara umum, orang sadar diri, memiliki karakteristik seperti selera humor yang baik, kepercayaan diri yang tinggi dan keyakinan pada kemampuan mereka, dan kesadaran tentang bagaimana orang melihat diri mereka sendiri.

  2. Tetapkan pengaturan diri
    Menurut komponen pertama, untuk komponen kedua adalah pembentukan regulasi diri. Regulasi itu penting regulasi. Dalam hal ini berarti seseorang harus memiliki regulasi emosi yang baik. Setelah ia dapat menyadari emosi yang ada di dalam, akan berdampak pada orang lain, maka dalam pekerjaannya, kecerdasan emosional harus mampu mengelola emosi dan mengaturnya. Ini tidak berarti bahwa Anda harus menyembunyikan perasaan Anda yang sebenarnya dan menutup pintu dengan rapat agar emosi Anda tidak keluar.Tidak, ini adalah kesalahan besar. Jika Anda seperti ini, Anda hanya akan menunggu waktu dan keadaan yang tepat untuk mengungkapkan perasaan Anda yang sebenarnya. Ekspresi emosi yang benar pada waktu yang tepat dan dalam situasi yang tepat disebut pengaturan diri.

    Dampak dari Anda yang mampu mengatur diri sendiri adalah mereka umumnya mampu beradaptasi dengan baik terhadap perubahan dan fleksibel. Selain itu, mereka pandai menangani situasi stres dan pandai mengelola konflik untuk menemukan solusi.

    Penelitian menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki keterampilan pengaturan diri yang baik dan memiliki kesadaran diri yang baik akan mempengaruhi seberapa bertanggung jawab dan mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya.

  3. Memiliki keterampilan sosial
    Aspek penting dari kecerdasan emosional adalah kemampuan berinteraksi dengan baik di masyarakat. Padahal, pemahaman emosional mencakup tidak hanya memahami emosi diri sendiri, tetapi juga memahami emosi orang lain.Semakin sering Anda berinteraksi dan menerapkan pemahaman tentang emosi diri sendiri dan orang lain, maka akan membantu dalam mengembangkan kecerdasan emosional yang lebih tinggi.
  4. Memiliki empati
    Empati merupakan salah satu komponen kecerdasan emosional. Empati didefinisikan sebagai kemampuan untuk lebih memahami perasaan orang lain dan sangat penting untuk mengembangkan Emotional Quotient. Empati yang ada membentuk pemahaman tentang emosi yang dialami lawan bicara, atau orang-orang di sekitar kita.
  5. Motivasi diri sendiri
    Motivasi diri memainkan peran kunci dalam pembentukan Emotional Quotient. Orang yang cerdas secara emosional cenderung dimotivasi oleh lebih dari motif eksternal seperti ketenaran, pujian, uang, dan pengakuan. Mereka cenderung termotivasi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri dan kebutuhan internal.Seseorang yang memiliki motivasi diri cenderung kompeten dan cenderung fokus pada pengendalian tindakan. Jadi, jika Anda melihat orang dengan Emotional Quotient, mereka mampu membuat komitmen dan sangat cerdas, mengambil inisiatif.

Kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang terkadang tercermin dalam kehidupan nyata, di mana ia umumnya menjadi orang yang terlihat dan memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang di tempat kerja, dan ini dijelaskan dalam buku “Kecerdasan Emosional” oleh Daniel Goleman.

Ciri Ciri Kecerdasan Emosional

Setelah mempelajari tentang komponen-komponen kecerdasan emosional, langkah selanjutnya adalah memahami indikator / ciri-ciri orang yang memiliki Emotional Quotient. Ada beberapa ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional, yaitu:

  • Mampu mengenali perasaan sendiri;
  • Mampu membaca perasaan orang lain;
  • Mengetahui kekuatan dan kelemahan Anda sendiri;
  • Tidak mudah baper (baca: tersinggung);
  • Berusaha untuk menjadi pendengar yang baik;
  • Berpikiran terbuka dan mampu menerima pendapat orang lain;
  • Tidak ragu untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Tingkat kecerdasan emosional itu sendiri juga dapat mempengaruhi kemandirian seseorang dalam belajar, sehingga prestasi seseorang cenderung meningkat atau bahkan tinggi, seperti yang dijelaskan dalam buku Tips Sukses dengan Kecerdasan Emosional dan Kemandirian dalam Belajar.

Tes Kecerdasan Emosional

Apakah Anda merasa sulit untuk memahami perasaan yang ada di dalam diri Anda? Apakah Anda ingin tahu mengapa Anda tiba-tiba marah atau sedih, tidak tahu bagaimana mengendalikannya? Mungkin Anda merasa sulit untuk memahami orang lain, sehingga Anda kesulitan berkomunikasi dengan orang lain?

Kami mengajak Anda untuk lebih mengenal Emotional Quotient Anda. Temukan berbagai tips untuk mengelola emosi Anda dengan lebih baik, sehingga meningkatkan peluang Anda untuk sukses. Mengenal diri sendiri adalah langkah awal menuju kesuksesan.

Kunjungi Tes Kecerdasan Emosi (riddle.com)

Petunjuk Tes :

  1. Respon untuk semua aplikasi membutuhkan waktu sekitar 10 menit.
  2. Anda hanya memiliki 1 (satu) kesempatan untuk menanggapi setiap pernyataan.
  3. Bacalah setiap pernyataan secara perlahan dalam keadaan tenang, lalu berikan jawaban yang sesuai dengan Anda.
  4. Tidak ada jawaban yang salah jika Anda membuat pilihan yang jujur ​​menurut diri Anda sendiri.
  5. Untuk menjawab pertanyaan, bayangkan Anda berada dalam kondisi ini dan pilih jawaban yang paling sesuai untuk Anda.

Cara Meningkatkan Kecerdasan Emosional

Jika Anda ingin meningkatkan kecerdasan emosional, ada beberapa cara yang bisa Anda coba dan terapkan. Berikut cara meningkatkan Emotional Quotient.

Mengenali Emosi Diri Sendiri

Pengenalan emosi diri sendiri merupakan salah satu faktor untuk perkembangan kecerdasan emosional yang maksimal. Pengenalan emosi merupakan kemampuan dasar untuk mengetahui perasaan apa yang akan dan akan terjadi. Kemampuan emosi diri adalah kemampuan dasar untuk menyadari emosi diri sendiri. Hal ini bertujuan untuk mencegah keadaan mood dan pikiran. Jika Anda tidak dapat mengetahui perasaan dan emosi Anda sendiri, Anda akan terbawa oleh emosi yang dapat Anda kendalikan sendiri.

Manajemen Emosi

Manajemen emosi adalah manajemen emosi. Diharapkan dengan mengelola emosi, ia akan mampu memahami, menerima dan memberikan kontrol saat mengekspresikan emosi. Emosi harus diungkapkan sesuai dengan tujuan yang jelas agar tercipta hubungan interpersonal yang harmonis. Selain mengelola emosi sendiri, Anda juga belajar memahami emosi yang dimiliki orang lain.

Empati

Narsisme bisa muncul karena kurangnya empati terhadap keadaan orang lain. Narsisme adalah keadaan mental seseorang yang selalu merasa egois. Kepribadian narsistik dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan maupun kondisi keluarga yang selalu memuji atau mengkritik sesuatu secara berlebihan.

Empati adalah salah satu bentuk kecerdasan emosional. Empati adalah sikap memeriksa perasaan orang lain, meskipun tidak secara langsung mengalami apa yang orang itu rasakan.

Ciri khas dari empati adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri sebelum kita memahami orang lain. Selain itu, orang dengan rasa empati yang tinggi dapat memahami bahasa isyarat.

Menjalin Hubungan

Emotional Quotient untuk membangun hubungan dengan orang lain adalah seni mempertahankan popularitas dan melatih kepemimpinan. Hal ini difasilitasi oleh keterampilan komunikasi untuk menjalin hubungan dengan orang lain sehingga mereka dapat bekerja sama sebagai sebuah tim.

Komunikasi

Saat berkomunikasi, belajar memecahkan masalah agar tidak terjadi kesalahpahaman, juga berlatih membaca lingkungan agar lebih berempati.

Recent Posts